Mengenal Allah (ma’rifatullah) — Hakikat Berdoa
Allah ta’ala mengabulkan doa manusia bukanlah karena doa manusia karena “Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki” (QS Al Hajj [22]:14 )
Pahami bahwa Allah ta’ala berbuat bukan dikarenakan/dipengaruhi ciptaanNya.
Allah ta’ala memberikan kebutuhan, keinginan ataupun cobaan bagi manusia yang mengaku sebagai hamba Allah, pada hakikatnya Allah ta’ala tidak mengukur atau mempedulikan bentuk, kadar ataupun jenis kebutuhan, keinginan ataupun cobaan tersebut.
Namun pada hakikatnya Allah ta’ala ingin tahu kemanakah hamba Allah tersebut berserah diri dalam menghadapi kebutuhan, keinginan atau cobaan tersebut.
Kemudian apakah hamba Allah tsb merasakan “bersama” Allah ketika kebutuhan dan keinginan itu terpenuhi atau cobaan tersebut teratasi ?

AS.WR.WB. sya salah satu pengemar situs mutiarazuhut isi dari situs itu sangat luar biasa ilmu nya bayak dan mendidik.
sy mhn tanggapan penulis tentang Mediasi/menghadirkan roh dengan media orang. apakah dengan ketinggian ilmu gaib seseorang mampu mengahirkan roh para wali-wali atau sholih sholihin dan mampu berbicara dengna meminjam raga orang yang hidup? mohon penjelasannya trima kasih.
Walaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada hakikatnya roh orang kaum muslim yang telah meraih maqom disisiNya tidak akan memasuki alam dunia kembali.
Kemungkinannya atas izin Allah ruh kaum muslim di alam dunia yang dipertemukan dengan roh orang kaum muslim yang telah meraih maqom disisiNya di alam mereka berada.
Umumnya yang dilakukan oleh mereka dengan kemampuan ilmu gaib adalah bersekutu dengan jin atau qorin orang yang sudah wafat
Wallahu a’lam