Melihat salaf yang sholeh melalui ulama bermazhab
Periodisasi salaf (terdahulu) dan khalaf (kemudian) adalah termasuk bagian dari hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi untuk memecah belah kaum muslim. Hal ini telah disampaikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/27/salaf-dan-khalaf/
Berikut penjelasan lain dari analisa dan kajian kami selama ini.
Periodisasi salaf (terdahulu) dan khalaf (kemudian) adalah bagian hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi untuk mensukseskan gerakan anti mazhab.
Salah satu penghasutnya adalah perwira Yahudi Inggris bernama Edward Terrence Lawrence yang dikenal oleh ulama jazirah Arab sebagai Laurens Of Arabian. Laurens menyelidiki dimana letak kekuatan umat Islam dan berkesimpulan bahwa kekuatan umat Islam terletak kepada ketaatan dengan mazhab (bermazhab) dan istiqomah mengikuti tharikat-tharikat tasawuf. Laurens mengupah ulama-ulama yang anti tharikat dan anti mazhab untuk menulis buku buku yang menyerang tharikat dan mazhab. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibiayai oleh pihak orientalis.
Dengan periodisasi salaf (terdahulu) dan khalaf (kemudian) bertujuan agar umat Islam meninggalkan pemahaman / pendapat / perkataan Imam Mazhab yang empat karena ulama-ulama yang kredibel menjelaskan pemahaman / pendapat / perkataan Imam Mazhab yang empat adalah ulama-ulama pengikut Imam Mazhab yang empat dan merupakan ulama-ulama setelah generasi Salafush Sholeh.
Imam Mazhab yang empat tidak pernah menyampaikan istilah manhaj salaf maupun mazhab salaf. Begitupula ulama-ulama setelah generasi Salafush Sholeh yang menjelaskan pemahaman / pendapat / perkataan Imam Mazhab yang empat tidak pernah membawa-bawa istilah manhaj salaf maupun mazhab salaf.
Sehingga segelintir kaum muslim yang terkena hasutan, mereka meninggalkan segala pemahaman / pendapat / perkataan ulama-ulama pengikut Imam Mazhab yang empat yang tidak membawa-bawa istilah manhaj salaf maupun mazhab salaf.
Manhaj salaf atau mazhab salaf menjadi semacam stempel bagi pemahaman / pendapat / perkataan ulama-ulama yang mengaku-aku mengikuti pemahaman Salafush Sholeh bahwa apa yang mereka sampaikan adalah pemahaman Salafush Sholeh padahal mereka jelas-jelas tidak bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh sehingga apa yang mereka sampaikan pada hakikatnya adalah pemahaman ulama-ulama mereka berdasarkan akal pikiran mereka sendiri.
Mereka yang terhasut periodisasi salaf (terdahulu) dan khalaf (kemudian) seperti kehilangan akal sehat atau seperti terhipnotis untuk hanya mengikuti pemahaman / pendapat / perkataan ulama-ulama yang membawa-bawa stempel manhaj salaf atau mazhab salaf. Berakibat pula ketidak-hormatan segelintir kaum muslim terhadap ulama-ulama yang tidak membawa-bawa stempel manhaj salaf atau mazhab salaf.
Contohnya klaim mereka bahwa Imam Nawawi, Imam Baihaqi, Ibnu Hajar telah terjatuh dalam kekufuran karena penakwilan terhadap sebagian sifat-sifat Allah sebaimana yang telah diketahui dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/01/19/2011/09/07/klaim-mereka/
Contohnya lainnya bagaimana upaya mereka memberikan stempel manhaj salaf atau mazhab salaf kepada Imam Asy’ari yang bermazhab Imam Syafi’i. Dibuatlah “cerita” bahwa pemikiran al-Imam Abu al-Hassan al-Asy`ari melalui tiga fase , meninggalkan pemahaman mutakzillah dan meinggalkan pemahaman Ibn Kullab serta kembali kepada pemahaman seperti mereka.
Padahal kitab ulama-ulama bermazhab terdahulu menyampaikan bahwa al-Imam Abu al-Hassan al-Asy`ari hanya meninggalkan pemahaman mutakzilah dan kembali kepada pemahaman Ahlus sunnah wal jama’ah sebagaimana pemahaman Ibnu Kullab. Hal ini dinyatakan contohnya oleh al-Hafiz Ibn Hajar al-`Asqalani di dalam kitabnya Lisan al-Mizan bahwa “Metodologi Ibn Kullab diikuti oleh al-Asy`ari di dalam kitab al-Ibanah”. (Ibn Hajar al-`Asqalani(t.t.), Lisan al-Mizan, Dar, al-Fikr, Beirut, juz 3, hal. 291). Pembahasan selengkapnya pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/03/11/al-ibanah/
Mereka boleh saja “mengutak-atik” kitab al-Imam Abu al-Hassan al-Asy`ari namun penjelasam pemahaman al-Imam Abu al-Hassan al-Asy`ari sebenarnya ada di dalam kitab dan hati para pengikut Imam Asy’ari (bermazhab Imam Syafi’i) dan pengikut Imam Maturidi (bermazhab Imam Hanafi)
Sudah jelas bagi kaum muslim pada umumnya bahwa Imam Mazhab yang empat telah disepakati oleh jumhur ulama sejak dahulu sampai sekarang sebagai pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim pada umumnya (Imam Mujtahid Mutlak)
Imam Mazhab yang empat bertalaqqi (mengaji) langsung dengan Salafush Sholeh.
Imam Mazhab yang empat mengetahui dan mengikuti pemahaman Salafush Sholeh melalui lisannya Salafush Sholeh.
Imam Mazhab yang empat melihat sendiri penerapan, perbuatan serta contoh nyata dari Salafush Sholeh.
Iman Mazhab yang empat menyampaikan hasil ijtihad dan istinbat mereka kepada para murid-muridnya dan secara berkelanjutan disampaikan kepada ulama-ulama pengikuti Imam Mazhab yang empat sampai kepada ulama-ulama yang menyampaikannya kepada kaum muslim pada umumnya. Jadi secara tidak langsung , kaum muslim pada umumnya “melihat” pemahaman, penerapan, perbuatan serta contoh nyata dari Salafush Sholeh melalui apa yang disampaikan oleh para ulama yang bermazhab.
Wassalam
Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830