Ikuti salaf yang sholeh hingga menjadi muslim yang sholeh pula
Periodisasi salaf (terdahulu) dan khalaf (kemudian) adalah termasuk bagian dari hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) dari kaum Zionis Yahudi untuk memecah belah kaum muslim. Hal ini telah disampaikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/12/27/salaf-dan-khalaf/
Salafy adalah mereka yang menisbatkan kepada manhaj Salaf yang sholeh atau mereka yang mengikuti jalan yang telah dilalui kaum muslim terdahulu sehingga mencapai muslim yang sholeh atau muslim yang ihsan.
Jika mereka tidak mencapai kesholehan atau tidak mencapai muslim yang ihsan atau muslim yang menyaksikan Allah dengan hati (berma’rifat) maka penisbatannya telah gagal dan tidak patut menyandangkannya sebagai seorang salafy.
Seorang muslim dikatakan telah mengikuti atau mentaati Allah dan RasulNya sehingga mendapatkan maqom disisiNya atau dekat dengan Allah Azza wa Jalla adalah 4 golongan manusia yakni para Nabi (Rasulullah yang utama), para Shiddiqin, para Syuhada dan muslim yang sholeh
Firman Allah ta’ala yang artinya
“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya .” (QS An Nisaa [4]: 69 )
Semakin dekat kita kepada Allah sehingga menjadi kekasihNya (Wali Allah)
Maqom Shiddiqin atau kedekatan dengan Allah diuraikan dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/09/09/2011/09/28/maqom-wali-allah/
Semakin berilmu kita maka kita semakin takut kepada Allah Azza wa Jalla
Rasulullah bersabda ‘Kamu takut (takhsya / khasyyah) kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya (berma’rifat), maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.’ (HR Muslim 11)
Firman Allah ta’ala yang artinya “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampu” (QS Al Faathir [35]:28)
Sungguh luas ilmuNya, semakin kita mendalami ilmuNya semakin tersungkur sujud kepadaNya
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah hidayahnya, maka dia tidak bertambah dekat kepada Allah melainkan bertambah jauh
Ingat manhaj Salaf yang sholeh bukan manhaj salaf karena salaf (orang-orang terdahulu) ada yang sholeh dan ada pula yang tidak sholeh seperti kaum khawarij. Contohnya Abdurrahman ibn Muljam adalah seorang yang sangat rajin beribadah. Shalat dan shaum, baik yang wajib maupun sunnah, melebihi kebiasaan rata-rata orang di zaman itu.Namun terpangaruh oleh hasutan atau ghazwul fikri (perang pemahaman) orang-orang Khawarij yang selalu berbicara mengatasnamakan Islam. Sampai akhirnya, dialah yang ditugasi menjadi eksekutor pembunuhan Imam Sayyidina Ali ra.
Manhaj Salaf yang sholeh artinya jalan yang telah dilalui kaum muslim terdahulu sehingga mencapai muslim yang sholeh atau muslim yang ihsan
Istilah manhaj salaf maupun mazhab salaf tidak pernah disampaikan oleh Imam Mazhab yang empat. Kedua istilah tersebutnya tampaknya disampaikan oleh mereka yang mengaku-aku mengikuti Salaf yang sholeh namun tidak pernah bertalaqqi (mengaji) dengan Salaf yang sholeh.
Marilah kita berhati-hati dalam mengikuti pendapat / pemahaman / perkataan seorang ulama agar tidak menjadikan penyesalan di akhirat kelak
Firman Allah ta’ala yang artinya,
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.” (QS al Baqarah [2]: 166)
“Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.” (QS Al Baqarah [2]: 167)
Ulama yang pendapat / pemahaman / perkataan – nya patut kita ikuti adalah ulama yang telah disepakati oleh jumhur ulama dari dahulu sampai sekarang sebagai pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim pada umumnya (Imam Mujtahid Mutlak).
Imam Mazhab yang empat melihat sendiri penerapan, perbuatan serta contoh nyata dari Salafush Sholeh. Imam Mazhab yang empat bertalaqqi (mengaji) langsung dengan Salafush Sholeh. Imam Mazhab yang empat mengetahui dan mengikuti pemahaman Salafush Sholeh melalui lisannya Salafush Sholeh
Oleh karenanya agar ibadah kita sesuai sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah atau dalam urusan fiqih atau perkara syariat ataupun berfatwa dalam perkara kewajiban yang jika ditinggalkan berdosa atau perkara larangan yang jika dilanggar berdosa atau perkara pengharaman yang jika dilanggar berdosa sebaiknyalah kita merujuk kepada pendapat / pemahaman / perkataan Imam Mazhab yang empat.
Oleh karenanya pula pada perguruan tinggi Islam, fakultas syari’ah diperlukan jurusan perbandingan mazhab dan hukum.
Contoh ulama yang masih berpegang teguh kepada pemahaman/pendapat Imam Mazhab yang empat adalah Mufti Mesir Profesor Doktor Ali Jum`ah sebagaimana contoh yang terurai dalam tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2011/10/30/hukum-penutup-muka/
Wassalam
Zon di Jonggol, Kab Bogor 16830