Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘di Banten pada tahun 1946’


Berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal usul paslon

Berikut kutipan contoh berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal-usul paslon.

Salah satu contoh berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal usul capres no urut 01, Jokowi adalah ketika Jokowi dengan mudahnya menepis hoax atau isu mengenai “Jokowi adalah aktivis PKI” sebagaimana yang diberitakan pada http://www.liputan6.com/pilpres/read/3723075/jokowi-kesal-dituduh-aktivis-pki-mau-saya-cari-dan-tabok-orangnya

***** awal kutipan *****
Jokowi menegaskan dia bukan aktivis PKI. PKI sudah dibubarkan pada 12 Maret 1966, sedangkan Jokowi baru dilahirkan 21 Juni 1961.

“Saat PKI dibubarkan saya baru 4 tahun. Kok bisa diisukan Jokowi aktivis PKI, masak ada PKI balita,” ujarnya.

Selama empat tahun menjadi Presiden, Jokowi mengatakan dirinya selalu dikaitkan dengan PKI. Jokowi merasa kesal dan mencari siapa yang menyebar isu bohong tersebut.

“Ini yang kadang-kadang haduh… Mau saya tabok orangnya di mana, saya cari betul,” kata Jokowi.

“Saya ini sudah 4 tahun digini-giniin sabar, sabar ya Allah, sabar, sabar. Tapi sekarang saya berbicara karena jangan sampai ada 9 juta orang percaya terhadap berita-berita begini,” sambungnya.
***** akhir kutipan ******

Ironisnya Megawati pada kesempatan lainnya menyatakan, “Jangan Pilih Pemimpin Tukang Tabok Rakyat” sebagaimana contoh berita pada http://www.liputan6.com/pilkada/read/3567481/megawati-jangan-pilih-pemimpin-tukang-tabok-rakyat

Jokowi keliru hoax atau isunya bukanlah “Jokowi aktivis PKI” namun “Jokowi anak PKI” seperti yang termuat dalam buku berjudul “Jokowi Undercover” karya Bambang Tri Mulyono yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya dengan tuduhan pemalsuan data.

Bambang Tri ditangkap atas laporan Michael Bimo Putranto yang namanya disangkutkan dalam dalam penulisan buku kontroversial tersebut sebagaimana contoh berita pada http://tirto.id/lagu-lama-soal-anak-pki-yang-diulang-di-jokowi-undercover-cdDP

***** awal kutipan *****
Dalam buku “Jokowi Undercover”, Bambang Tri menulis bahwa ibu kandung Jokowi juga merupakan ibu kandung Michael Bimo Putranto.

Bambang Tri meyakini bahwa Sudjiatmi bukanlah perempuan yang melahirkan Jokowi. Ia juga mempertanyakan siapa sebenarnya ibu kandung Jokowi dan mengapa Jokowi menutupi jatidiri ibunya sendiri.

“Bahwa Ibu Sudjiatmi bukan ibu kandung Jokowi, sudah demikian jelas terungkap dari fakta-fakta yang saya uraikan di depan,” tulis Bambang Tri dalam bukunya pada halaman 153.

“Tapi Tuhan tidak adil kalau Dia tidak memberi jalan kepada kita mengetahui siapa ibu kandung Jokowi, karena banyak orang mengaku sebagai kiai dan santri justru ikut-ikutan menganggap tidak penting siapa ibu kandung Jokowi,” tulis Bambang Tri lagi.

Ia juga meyakini Jokowi merupakan anak PKI tulen dengan menyebut bahwa ayah Jokowi, Widjiatno Noto Mihardjo, adalah tokoh berpengaruh di PKI. “Jokowi sudah mengaku bahwa bapaknya bernama Widjiatno Noto Mihardjo, meskipun dia menyembunyikan foto bapaknya itu seperti orang menyembunyikan gambar porno dari mata anak-anak kecil,” tulis Bambang Tri.

Tuduhan Bambang Tri sejatinya bukan barang baru. Sejak Pemilihan Presiden 2014, tuduhan Jokowi sebagai anak PKI sudah dihembuskan. Bahkan nama Widjiatno Noto Mihardjo pun sudah muncul pada masa kampanye Pemilihan Presiden itu. Sejauh ini tidak ada bukti akurat yang bisa membuktikan tuduhan tersebut sehingga soal ini masih sebetas rumor, gosip, propaganda bahkan fitnah.
***** akhir kutipan ******

Sebaiknya pemerintahan Jokowi untuk “menepis” atau meluruskan hoax atau isu tersebut dengan menyampaikan dengan lengkap silsilah keturunan presiden Jokowi beserta aktivitas kedua orang tuanya dengan sejelas-jelasnya berikut dengan pembuktian ketidak-kaitannya dengan PKI. Bukan berita sepenggal-penggal seperti contoh berita pada http://news.detik.com/berita/3398259/foto-foto-notomiharjo-ayah-jokowi-yang-sempat-jadi-perbincangan

Sedangkan contoh berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal usul cawapres no urut 01, KH Ma’ruf Amin yang masih mempunyai “darah” Madura sebagaimana yang diberitakan pada https://www.merdeka.com/politik/maruf-amin-mengaku-keturunan-kiai-dan-raja-di-madura.html

***** awal kutipan ******
Cawapres urut 01 ini mengaku keturunan dari tokoh dan raja di Madura pada masa lampau.

“Saya keturunan Madura dari Kiai Demang Plakaran, Arosbaya, Bangkalan. Beliau mempunyai anak bernama Raden Kiai Pragalba,” ungkap Kiai Ma’ruf saat mengunjungi Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Lalu, lanjutnya, “Cucu beliau (Raden Kiai Pragalba) yang di Pamekasan diperistri Raja Sumedang Larang yang kemudian diberi gelar Nyai Ratu Harisbaya yang diambil dari Arosbaya. Dari sana kemudian lahir mbah-mbah (kakek buyut) saya.”

Kiai Demang sendiri, masih kata Kiai Ma’ruf berupaya meyakinkan ribuan warga dan tokoh di Bangkalan, adalah salah seorang raja di Bangkalan. “Karena saya berdarah Madura, mana mungkin saya lupa Madura,” sambung cicit ulama asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram, Syekh Nawawi Al Bantani tersebut.
***** akhir kutipan *******

Jadi selain berdarah Madura, cawapres no urut 01 , KH Ma’ruf Amin juga berasal dari Banten sebagaimana yang diberitakan pada https://www.merdeka.com/politik/maruf-amin-sebut-masyarakat-pasundan-akan-malu-jika-jokowi-kalah-di-jabar.html

***** awal kutipan *****
“Kalau saya dan Pak Jokowi tidak menang di Jawa Barat, ini menjadi orang Jawa Barat, orang Pasundan, malu semua.

Saya kira itu. Orang Pasundannya sendiri jadi Wakil Presiden, orang Jawa Barat dijadikan wakil presiden, kok malah di Jawa Barat kalah,” katanya saat memberikan kata sambutan di acara silahturahmi dengan para tokoh masyarakat sunda di Hotel Horizon, Bandung, Sabtu (19/1).

Dia menjelaskan, bisa jadi ke depan membuat masyarakat Jabar tidak dipercaya lagi sebagai Wakil Presiden. Sehingga semakin kecil kemungkinan kepercayaan untuk menjadikan orang Jawa Barat menjadi Presiden.

“Tapi kalau kita bisa memenangkan Pilpres ini, maka orang percaya kepada Jawa Barat dan Pasundan ditampilkan tokohnya memenangkan Pilpres, nanti Pilpres yang akan datang, tidak hanya menjadi wakil presiden tapi akan dijadikan Presiden. Karena itu kepercayaan, trust,” ungkapnya.
***** akhir kutipan *****

Contoh berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal usul capres no urut 02, Prabowo adalah ketika Beliau membuka pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019)

***** awal kutipan ******
Saya ingin membuka pidato saya malam ini dengan membacakan sebuah sajak. Sajak yang menggambarkan kenapa kita berkumpul di sini, atau terhubung pada malam hari ini.

Sajak ini ditemukan di kantung seorang perwira muda yang gugur dalam pertempuran di Banten pada tahun 1946.

Kita tidak sendirian. Beribu-ribu orang bergantung pada kita.
Rakyat yang tak pernah kita kenal. Rakyat yang mungkin tak akan pernah kita kenal.
Tetapi apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan apa yang terjadi kepada mereka.”
**** akhir kutipan ******

Siapakah perwira muda yang gugur dalam pertempuran di Banten pada tahun 1946 ?

Contoh kutipan beritanya kami temukan pada http://www.faktakini.com/2019/01/siapa-pemuda-pejuang-yang-gugur-di.html

***** awal kutipan *****
Padahal, nama perwira itu, adalah nama belakangnya sendiri. Soebijanto Djojohadikusumo.

Ya, pada 25 Januari 1946 terjadi pertempuran di Lengkong, Tangerang, Banten. Selain Kapten Soebijanto, gugur juga adiknya, Kadet Soejono Djojohadikusumo. Perwira lain yg gugur adalah Mayor Daan Mogot. Nah, baru tahu kan ternyata Jl Daan Mogot itu nama pahlawan nasional?.

Nama Kapten Soebijanto pun kini menjadi nama jalan di kawasan BSD, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

Soebijanto dan Soejono adalah dua orang adik Soemitro Djojohadikusumo. Ketiganya adalah putra RM Margono Djojohadikusumo.

Soemitro adalah ayahnya Prabowo. Berarti Margono adalah kakeknya.

Soebijanto dan Soejono, yg gugur dlm pertempuran itu berarti Paman Prabowo.

Sajak yg dibaca Pak PS semalam, adalah sajak yg ditemukan di saku Paman Pak PS, yaitu Kapten Soebijanto.

Lalu, Pak Margono adalah anggota BPUPKI. Krn itu jgn heran, kalo Prabowo bisa berjuang dg Anies Baswedan. Krn kakek Anies, AR Baswedan, adalah kawan Pak Margono sesama anggota BPUPKI.

Pak Margono adalah pendiri BNI pada 1946. Pak Margono juga Ketua DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara) pertama.

Pak Margono merupakan cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide, pengikut setia Pangeran Diponegoro.

Lalu?. Cukup sampe di sini aja. nggak sy terusin. Kalo sy terusin ntar dikira sy mau menggiring agar orang pilih PS dalam Pilpres nanti.

Cuma mau bilang, orang Jawa kalo mau milih mantu, dilihat 3B: Bobot, Bibit, Bebet.
***** akhir kutipan *****

Sedangkan contoh berita yang dapat membangkitkan keingintahuan publik terhadap asal usul cawapres no urut 02 , Sandiaga Uno adalah seperti yang diberitakan pada http://www.kricom.id/punya-darah-bugis-makassar-sandiaga-yakin-menang-di-sulsel

***** awal kutipan *****
Sandiaga Uno mengaku berdarah Bugis yang berasal dari leluhurnya dari Bugis Sengkang. Sandiaga Uno diketahui adalah sepupu dari Werner Katili, tokoh geologi Indonesia, dan mantan Rektor ITB, Prof Dr JA Katili.

Di dalam buku Biografi JA Katili “Harta Bumi Indonesia” disebutkan Prof JA Katili lahir di Gorontalo. Masa kecilnya bersama Henk Uno (ayah dari Sandiaga Uno) pria yang merupakan keponakan JA Katili.

JA Katili lahir di Kampung Bugis dari ayah bernama Abdullah Umar Katili dan ibu Tjimbau Lamato. Leluhur dari masyarakat kampung Bugis di Gorontalo adalah Lasimpala (Tenrisumpala), Passompe (pelayar) asal Bugis yang membuka Kampung Bugis di Gorontalo.

Lasimpala, diketahui merupakan anak dari Arung (raja) Sengkang We AmirahBintiLatemmassonge dan La Patuppu Batu, Arung Tonra Bin La Tenri Tappu Arungpone ke-23 , Lasimpala hijrah ke Wani Donggala Sulawesi Tengah, untuk menghindari Perang Saudara di Sengkang, Sulawesi Selatan.

Meninggalkan tanah bugis bersama para pengikut setianya dengan 300 Kapal Tande (ada yang menyebut 300 kapal ini ditengarai adalah rombongan, Saudara Lamaddukkelleng yang menyelamatkan Armada Laut Lamaddukkelleng ke Wani Donggala Utara) pada abad ke-18.

Saudara Lasimpala yang ikut dalam rombongan bernama La Tekko turun di Tojo Una-una kawin dengan Putri Raja Tojo yang bernama La Paregge turun di pulau Tugian juga kawin dengan Putri Raja Tugian lalu diangkat menjadi ‘Katang Of Tugian’.

Lalu Lasimpala turun di Gorontalo kawin dengan Putri kesultanan Gorontalo, cucu perempuannya kawin dengan Usman Katili beranak pianak hingga turun ke Sandiaga Uno dan Prof John Katili.

Silsilah lengkap ini ia ketahui dari mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda I ndonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan, Andre Arief Bulu.

“Isu ini muncul di pemberitaan. Pak Andre ini bikin research kemudian saya perhatikan ke ayah dan dia senang sekali. Paman saya juga John Ario Katili berdarah Bugis,” kata Sandi seperti dikutip Tribunnews.com.

“Memang Allah membukakan informasi ke kita, saya sebelumnya enggak ngeh, tapi pada intinya ayah saya Sulawesi, ibu Jawa, saya Sumatera, ini mungkin bahwa esensi kita ini bhineka tunggal ika. Kita beragam suku bangsa, tapi bersatu,” imbuhnya.
***** akihir kutipan *****

Jadi selain berdarah Bugis yang merantau ke Gorontalo, Ibunda dari cawapres no urut 02 kelahiran Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu sebagaimana contoh berita pada http://www.radarcirebon.com/sandiaga-uno-pulang-kampung-napak-tilas-di-tanah-kelahiran-sang-ibu.html

***** awal kutipan ******
Sandiaga Salahudin Uno pulang kampung. Pulang ke tanah leluhur di Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/10). Di situlah tanah kelahiran ibu kandung Sandi, Rachimini Rachman atau yang lebih dikenal Mien Uno.

Kedatangan cawapres yang mendampingi Capres Prabowo Subianto ini dilakukan sebagai bentuk napak tilas untuk mengenang asal-usul diri dan keluarnuganya. Sandi mengaku terharu saat pertama menginjakkan kaki di tanah kelahiran sang ibunda.

Sebagai warga bangsa yang menjunjung adat ketimuran, dirinya tentu tidak akan pernah melupakan sejarah. “Saya sangat terharu bisa mengunjungi tanah kelahiran ibu. Dan kita jangan sekali-kali melupakan sejarah,” katanya.

Saat mengunjungi tanah kelahiran sang ibunda, cawapres yang kerap memberikan pembekalan soal kewirausahaan ini pertama kali singgah di balai desa. Didampingi Kuwu Darsono, Sandi bersilaturahmi di kediaman almarhum Kolonel Subandi, yang merupakan teman sepermainan Mien Uno. “Semoga kedatangan saya kali ini mampu menjalin tali silaturahmi yang selama ini terputus,” ucapnya.

Selanjutnya Sandi menyambangi sebuah lahan yang dahulu merupakan tempat kelahiran sang ibunda. Di lahan seluas 800 meter persegi ini, berdiri sebuah rumah semi permanen ukuran 4 kali 6 meter dengan halaman yang ditanami kacang hijau. “Hingga kini kami belum tahu siapa dan di mana pemilik dari lahan ini. Saya meminta bantuan kepada Pemerintah Desa Penganjang untuk mencari tahu siapa dan keberadaan pemilik tanah saat ini,” katanya.

Lahan bekas tempat kelahiran sang ibu, rencananya akan dibeli kembali oleh Sandi untuk dibangun menjadi balai serbaguna yang dipergunakan bagi kegiatan warga desa setempat. “Semoga balai serbaguna yang akan dibangun, kelak bisa bermanfaat bagi warga Desa Penganjang,” ujar Sandi.

Diceritakan Sandi, ibundanya Mien Uno dilahirkan di Bumi Wiralodra Indramayu 77 tahun silam. Orang tua Mien Uno yakni Raden Abdullah Rachman dan Siti Koersilah yang merupakan tenaga pengajar di Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah zaman penjajahan Belanda yang diperuntukkan bagi bumiputera atau sekolah yang disediakan untuk anak-anak dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri.

“Ibu saya Mien Uno kemudian bertemu dengan seorang pria keturunan Gorontalo yang kini menjadi pasangan hidupnya, Ir Razif Halik Uno. Dari hasil pernikahannya, dikaruniai dua putra, yakni Indra Cahya Uno dan saya Sandiaga Salahudin Uno. Dan alhamdulillah saya hari ini (Rabu, red) bisa mengunjungi tempat kelahiran ibu,” terangnya.
***** akhir kutipan ******

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »