Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Enggartiasto Lukita’


Faisal Basri : Waspada praktik pemburu rente karena tingginya impor berdekatan dengan jadwal pemilu

Impor gula menjadi sorotan pasca ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri mentwitkan data tata niaga gula dunia. Faisal menyebutkan, Indonesia berada di urutan satu sebagai importir gula terbesar dunia pada periode 2017 sampai 2018 dengan volume 4,45 juta ton.

“Jumlah itu lebih tinggi dari impor China dengan volume 4,2 juta ton, Amerika Serikat 3,11 juta ton,” katanya.

Faisal mewanti-wanti pemerintah agar mewaspadai praktik pemburu rente karena tingginya impor berdekatan dengan jadwal pemilu. Menurutnya, tingginya impor akan semakin membebani upaya pemerintah untuk keluar dari defisit neraca perdagangan.

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, impor gula industri besar karena kebutuhannya mengalami peningkatan. Sementara, industri di dalam negeri belum bisa memenuhinya, baik volume maupun spesifikasinya.

Menurut Enggar, industri tidak bisa dipaksa memakai gula lokal karena mereka sudah memiliki standar sendiri. Dan, ternyata, pasokan gula lokal selama ini tidak sesuai spesifikasi mereka. Misalnya, industri minuman Coca Cola. Mereka tidak mau menggunakan gula yang tidak sesuai ketentuan standar internasional.

“Coca Cola tidak mau terima gula dengan standar International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis atau ICUMSA-nya tinggi. ICUMSA gula di Indonesia itu tertinggi di dunia lho,” terangnya.

Bukan hanya industri multinasional, lanjut Enggar, industri domestik juga tidak mau memakai gula produksi dalam negeri. “Dodol Garut gampang bulukan kalau pakai yang itu (gula produksi dalam negeri). Ini berdasarkan masukan dari pabrik Dodol Garut ya,” ujarnya.

Enggar menyebutkan , beberapa perusahaan yang kebutuhan gula industrinya terus mengalami peningkatan. Antara lain Mayora, Wings, dan Indofood.

Enggar tidak menepis kuota impor yang ditetapkan tahun lalu lebih besar dari kebutuhan. “Selama ini memang pada kenyataannya proyeksi selalu lebih besar dari realisasi. Tetapi hal itu tidak perlu dipersoalkan. Jangan bertaruh soal pangan,” pungkasnya.

Sumber : http://rmco.id/baca-berita/indonesianomics/2197/impor-si-manis-tahun-ini-28-juta-ton-mendag-dodol-garut-cepat-bulukan-pake-gula-lokal

Owner Dodol Garut Picnic, H. Ato Hermanto, mengatakan, anggapan Mendag mengenai jeleknya kualitas gula lokal untuk bahan baku dodol Garut dinilai keliru. Pengusaha dodol Garut, khususnya di pabriknya justru memakai gula lokal karena kualitasnya lebih bagus jadi bahan baku dodol ketimbang gula impor.

“Justru menggunakan gula impor untuk bahan baku dodol kualitasnya gak bagus, pake gula rafinasi impor hanya tahan tiga bulan, pake gula lokal justru lebih lama daya tahannya lima sampai enam bulan, tanpa pengawet,” kata Ato saat ditemui wartawan di kantornya.

Menurut Ato, pemerintah pusat seharusnya bisa memfasilitasi dalam ketersediaan pasokan gula lokal berkualitas bagus sebagai bahan baku Dodol Garut. Selama ini, kata Ato, untuk memenuhi kebutuhan gula lokal yang memiliki kualitas bagus, pihaknya harus memesan ke penyedia gula yang notabene memiliki harga tinggi ditambah beban pajak setiap beli gula, belum lagi jual produk dodolnya.

Sumber : http://radarpriangan.com/2019/01/18/pengusaha-dodol-sesalkan-statemen-mendag-penggunaan-gula-lokal-justru-lebih-baik-dibanding-impor/

Read Full Post »

Older Posts »