Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘hubungan dekat dengan China’


Rizal Ramli : Jokowi menang, China semakin kuasai Indonesia

Pemerintahan Jokowi gagal menempatkan diri sebagai kekuatan penyeimbang di tengah pergaulan internasional. Hanya dalam beberapa tahun, secara ekonomi, Jokowi membuat Indonesia berada di bawah RRC. Begitu antara lain dikatakan ekonom senior DR. Rizal Ramli (RR) di kediamannya, Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Sabtu siang (16/3).

“Bila Jokowi menang dalam pemilihan presiden mendatang, China akan semakin dalam menguasai Indoneaia,” ujar Riza seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOLL sebagaimana yang diberitakan pada http://www.rmollampung.com/read/2019/03/16/8545/RR-:-Jokowi-Menang,-China-Semakin-Kuasai-Indonesia-

***** awal kutipan *****
Rizal menceritakan sedikit pengalamannya saat menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya pada kurun 2015-2016.

Di masa itu, Kementerian yang dipimpin Rizal memberikan nama baru untuk perairan Indonesia di sebelah utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau.

“Laut Natuna Utara dimasukkan dalam peta baru NKRI, karena wilayah perairan itu sudah sah menjadi milik kita setelah dicapai kesepakatan dengan negara-negara tetangga,” cerita Rizal.

Nama Laut Natuna Utara akhirnya tetap digunakan dalam peta baru NKRI.

Tapi, sambung dia, saat itu ada ANGGOTA KABINET YANG KEBERATAN, karena mempertimbangkan keberatan China. Tidak hanya keberatan, anggota kabinet ini juga mengusulkan agar China diberi hak perikanan khusus di perairan itu.

Kini setelah berada di luar kabinet, Rizal melihat kelompok yang memiliki hubungan dekat dengan China begitu dominan.

“Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah itu mereka akan memilikinya,” kata Rizal lagi.
***** akhir kutipan ******

Begitupula Rizal Ramli mengingatkan bahwa inisiatif One Belt One Road (OBOR) China akan memposisikan Indonesia di bawah pengaruh China sebagaimana yang diberitakan pada http://www.rmollampung.com/read/2019/03/24/8657/Rizal-Ramli-:-Hati-Hati-Proyek-One-Belt-One-Road-Dengan-China-

***** awal kutipan *****
OBOR China adalah dalah suatu strategi pembangunan yang diusulkan oleh Presiden China Xi Jinping yang berfokus pada konektivitas dan kerja sama antara negara-negara terutama Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kebijakan ini meliputi pembangunan rel kereta, jalan dan pelabuhan di seluruh dunia dengan dana pinjaman dari Beijing yang bernilai miliaran dolar di sejumlah negara.
***** akhir kutipan *****

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan menyatakan pemerintah Indonesia bakal menawarkan 28 proyek pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II , inisiatif One Belt One Road (OBOR) China atau Jalur Sutra Modern China yang akan digelar di Beijing April 2019 mendatang.

Total nilai 28 proyek yang akan ditawarkan tersebut mencapai US$91,1 miliar setara Rp1.296 triliun (kurs Rp14.237 per dolar AS) sebagaimana yang diberitakan pada http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190319155649-92-378787/luhut-akan-jualan-proyek-infrastruktur-rp1296-t-ke-china

***** awal kutipan *****
Luhut mengatakan ada dua hingga tiga proyek yang dinilai paling prospektif untuk masuk dalam Program The Belt and Road Initiative. Sayangnya, ia masih enggan merinci proyek-proyek itu.

“Mana-mana yang kami sepakat akan kami sign (tanda tangan). Kalau kamu tidak sepakat dengan maunya kami, ya tidak kami sign,” kata Luhut di Hotel Shangri-La, Selasa (19/3).
***** akhir kutipan ******

Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menjadi satu dari 28 proyek yang akan “dijual” sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) Indonesia-China sebagaimana yang diberitakan pada http://www.radarbogor.id/2019/03/27/kecamatan-jonggol-dijual-ke-china-ade-yasin-justru-saya-belum-tahu/

***** awal kutipan *****
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan ada empat wilayah strategis yang akan diprioritaskan dalam program The Belt and Road Initiative, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

Keempat wilayah itu dipilih berdasarkan pertimbangan geografis yang dinilai memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor Tiongkok. “Pemilihan wilayah ini sejalan dengan misi pemerintah membangun dari pinggiran,” kata Lembong.

Dari ke-28 proyek yang ditawarkan ke Tiongkok tidak semuanya berada di empat wilayah tersebut. Pemerintah juga menyiapkan delapan proyek yang berada di wilayah lain.

Antara lain, kawasan ekonomi khusus Indonesia-China di Jonggol, Jawa Barat, Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali, Pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa,.Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah, dan kolaborasi internasional Meikarta Indonesia-China.

Meski masuk proyek strategis, BKPM belum menjelaskan detil mengenai puluhan proyek tersebut. Begitu juga dengan rencana KEK Indonesia-China di Jonggol.
***** akhir kutipan ****

Deputi III Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin menyampaikan rincian proyek-proyek yang akan ditawarkan dalam KTT The Belt and Road Initiative kedua sebagaimana yang diberitakan pada http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190320203641-92-379253/daftar-28-proyek-rp1296-t-yang-bakal-dijual-ke-china

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan lembaga keuangan China berencana memberi pinjaman senilai 50 miliar dollar AS atau sekitar Rp 645 triliun (kurs Rp 12.900 per dollar AS) kepada sejumlah BUMN untuk menggarap proyek infrastruktur pemerintah http://ekonomi.kompas.com/read/2015/04/25/214600826/Garap.Infrastruktur.Indonesia.Tiongkok.Gelontorkan.Rp.645.Triliun

***** awal kutipan *****
“Komitmen pembiayaan dari China sudah disepakati untuk infrastruktur jalan tol, pelabuhan, pembangkit dan transmisi listrik serta pelayaran,” kata Rini, di sela Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Jakarta, Jumat (24/4/2015).

Menurut Rini, sebesar 40 miliar dollar AS akan diperoleh dari China Development Bank dan Industrial and Commercial Bank of China kepada BUMN yang menggarap pembangunan jalan Tol Trans Sumatera.

Selain itu sebesar 10 miliar dollar AS untuk PT PLN (Persero) membiayai pembangunan transmisi listrik dan pembangkit.

Alokasi kepada PLN dimaksudkan untuk mendukung program pembangkit listrik 35.000 megawatt.

Khusus 40.000 miliar dolar AS, diutarakan Rini salah satunya untuk membiayai pembangunan smelter PT Aneka Tambang.

Pembangunan tol Trans Sumatera yang akan digarap konsorsium Hutama Karya meliputi ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.

Selanjutnya untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan light rapid transportation (LRT) di Jabodetabek yang akan dikerjakan PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya.

Di bidang jasa angkutan pelayaran pinjaman akan diberikan untuk membangun beberapa pelabuhan.

Meski begitu, Rini belum menjelaskan secara detail mengenai pembiayaan dan perusahaan yang menerima bantuan pinjaman yang dimaksud.

Ia hanya menjelaskan, bahwa segala sesuatunya terkait pinjaman tersebut harus melalui serangkaian studi kelayakan dari aspek teknis maupun efektivitas pembiayaan.

“Seperti Antam, selain diupayakan dari perbankan dari China, juga masih dimungkinkan untuk dibiayai dari perbankan dalam negeri seperti Bank Mandiri, Bank BNI dan bank lainnya,” kata Rini.
***** akhir kutipan ******

Sedangkan tiga bank BUMN yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) diberitakan mendapatkan pinjaman dari China Development Bank sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 42 triliun sebagaimana contoh berita pada http://finance.detik.com/moneter/d-3021034/rini-soemarno-antar-3-bank-bumn-teken-utang-china-rp-42-triliun

Peneliti di Institute for Fevelopment of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurahman mengungkapkan, ada beberapa negara yang telah menggunakan skema utang dalam membiayai pembangunan infrastruktur.

Akan tetapi pembiayaan infrastruktur melalui utang luar negeri tak selalu berjalan mulus, ada beberapa negara yang GAGAL BAYAR atau BANGKRUT sebagaimana diberitakan pada http://ekonomi.kompas.com/read/2018/03/21/161116226/bangun-infrastuktur-pakai-utang-dari-china-negara-negara-ini-malah-bangkrut

***** awal kutipan ******
“Jadi ada bad story dan success story. Yang bad story itu Angola, Zimbabwe, Nigeria, Pakistan dan Sri Lanka,” ungkap Rizal saat diskusi dengan media di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Adapun kisah pahit negara yang gagal membayar utang dari utang luar negeri adalah Zimbabwe yang memiliki utang sebesar 40 juta dollar AS kepada China.

Akan tetapi Zimbabwe tak mampu membayarkan utangnya kepada China, Hingga akhirnya harus mengganti mata uangnya menjadi Yuan sebagai imbalan penghapusan utang.

Penggantian mata uang itu berlaku sejak 1 Januari 2016, setelah Zimbabwe tidak mampu membayar utang jatuh tempo pada akhir Desember 2015.

Kemudian, kisah pahit selanjutnya dialami oleh Nigeria yang disebabkan oleh model pembiayaan melalui utang yang disertai perjanjian merugikan negara penerima pinjaman dalam jangka panjang.

Dalam hal ini China mensyaratkan penggunaan bahan baku dan buruh kasar asal China untuk pembangunan infrastruktur di Negeria.

Kemudian, ada Sri Lanka yang juga tidak mampu membayarkan utang luar negerinya untuk pembangunan infrastruktur, Sri Lanka sampai harus melepas Pelabuhan Hambatota sebesar Rp 1,1 triliun atau sebesar 70 persen sahamnya dijual kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China.

“Mereka membangun proyek infrastrukturnya lewat utang, akhirnya mereka tidak bisa bayar utang. Banyak beberapa negara, di antaranya Angola mengganti nilai mata uangnya. Zimbabwe juga,” ungkapnya.
***** akhir kutipan ******

Begitupula Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memperingatkan Filipina agar tak jatuh dalam jebakan utang China sebagaimana yang diberitakan pada : http://kabar24.bisnis.com/read/20190308/19/897520/mahathir-peringatkan-filipina-soal-jebakan-utang-china

***** awal kutipan ******
“Jika Anda meminjam uang dalam jumlah besar dari China, kemudian Anda tak sanggup melunasinya, pihak peminjam akan berada di bawah kontrol pemberi pinjaman. Jadi, kita harus berhati-hati soal itu,” kata Mahathir kepada ABS-CBN News di tengah-tengah kunjungan 2 hari di Filipina, seperti dilansir The Straits Times, Jumat (8/3/2019)

Menurut Mahathir, negera seperti Filipina harus meregulasi dan membatasi pengaruh dari China.

Sejak mendapuk kursi nomor wahid pemerintahan Malaysia tahun lalu, Mahathir telah berkali-kali bersumpah untuk merenegosiasi atau membatalkan kesepakatan infrastruktur dengan China yang dibuat oleh pendahulunya, Najib Razak. Ia menilai kesepakatan-kesepakatan itu tak adil bagi Malaysia.

Pemerintahannya sampai saat ini masih melobi China supaya menurunkan nilai proyek East Cost Rail Link sebesar US$20 miliar (Rp285 triliun). Renegosiasi ini telah berlangsung selama 10 bulan sejak koalisi Pakatan Harapan menguasai pemerintahan federal 2018 lalu.

Selain itu, pemerintahan Mahathir pada Agustus 2018 juga membatalkan proyek kerja sama dengan China untuk pembangunan jalur pipa gas alam di Sabah.

Ketika Mahathir memilih kebijakan yang terkesan hati-hati, Presiden Filipina Rodrigo Duterte justru giat menarik investor China untuk mendanai program senilai US$108 miliar (Rp1.545 triliun) untuk membangun jalan tol, jalur kereta, bandara, pelabuhan dan jembatan dalam 10 tahun ke depan.

Sejumlah kritikus juga telah memperingatkan soal potensi jeratan utang China sebagaimana dialami Sri Lanka. Negara beribu kota Colombo itu harus menyerahkan kepemilikan dua pelabuhan utamanya kepada China karena gagal melunasi pinjaman yang diberikan.
***** akhir kutipan *****

Begitupula wapres Amerika Serikat Mike Pence memperingatkan negara-negara kecil untuk tidak tergoda oleh program infrastruktur Sabuk dan Jalur Sutra China dengan menawarkan uang untuk proyek konstruksi dan pembangunan sebagaimana yang diberitakan pada http://ekonomi.bisnis.com/read/20181118/9/860981/hati-hati-jebakan-utang-china

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »