Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘kepada Jokower’


Cuitan ceo Bukalapak

Pada pokoknya memang pembicaraan kasus “BUKALAPAK” berawal dari anggaran pemerintahan Jokowi untuk mendukung industri 4.0 dianggap terlampau kecil.

Ceo Bukalapak minta maaf ke Jokower soal cuitan Industri 4.0 sebagaimana contoh berita pada http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190214183927-192-369428/ceo-bukalapak-minta-maaf-ke-jokower-soal-cuitan-industri-40

***** awal kutipan ******
Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri dan CEO Bukalapak Achmad Zaky meminta maaf kepada pendukung Presiden Joko Widodo terkait dengan cuitannya soal dana riset soal industri 4.0.

Hal itu disampaikan Zaky dalam cuitannya di Twitter pada Kamis (14/2) malam. Dia menuturkan tujuan cuitan soal industri 4.0 adalah terkait dengan kebutuhan Indonesia untuk berinvestasi untuk riset dan sumber daya manusia.

Sebelumnya, dia mengkritik pendanaan riset untuk industri 4.0 di Indonesia yang hanya mencapai US$2 miliar. Zaky menyatakan dana itu jauh lebih rendah dibandingkan negara lain macam Singapura dan Malaysia masing-masing US$10 miliar, atau AS yang mencapai US$511 miliar.

Dalam klarifikasinya, dia menegaskan bahwa dukungan pemerintah sekarang ini sudah memberikan semangat untuk industri 4.0. Dalam hal ini, Zaky meminta maaf jika ada pihak-pihak yang salah mempersepsikan cuitan sebelumnya.

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” katanya.

Dia menuturkan riset dan pengembangan terkait industri 4.0 adalah pembeda negara maju dan miskin.

“Kalau ga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga,” katanya.

Bukalapak sendiri berkomitmen untuk menginvestasikan Rp1 triliun untuk merambah bisnis warung. Bisnis warung ini jumlahnya ditaksir hingga 50 juta usaha kecil di Indonesia.

Pendanaan tersebut akan digunakan untuk membuat platform bagi mitra warung. Dengan platform ini, produsen bisa mengakses jutaan warung yang menjadi mitra Bukalapak untuk mendistribusikan produk mereka. Sehingga produsen bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.
***** akhir kutipan ******

Begitupula salah satu pendukung capres nomor urut 01 Jokowi yakni Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengingatkan pemerintah agar Industri 4.0 jangan sampai dikuasai asing sebagaimana contoh berita pada http://news.okezone.com/read/2018/10/01/337/1958279/ketum-partai-perindo-industri-4-0-jangan-sampai-dikuasai-asing

***** awal kutipan ****
Indonesia harus bisa membangun ekonominya di era Industri 4.0 atau era teknologi online. Bukan menjadi pasar dari online asing.

“Industri 4.0 adalah era teknologi online yang disebut disruptive technology, jangan sampai dikuasai asing karena mematikan industri tradisional dalam negeri,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo usai memberikan kuliah umum di MNC College, Senin (1/10).

Industri berevolusi berkembang mulai hingga saat ini menjadi industri generasi ke 4.0, atau dikenal dengan istilah disruptive technology. Disebut demikian bukan tanpa alasan, karena evolusi ini bisa positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah segala sesuatu bisa lebih efesien, selain itu pasarnya pun tak lagi terbatas dengan lokasi.

Namun dampak negatifnya adalah industri ini menggantikan bisnis tradisional. Sebagai contoh Wallmart yang merupakan raksasa ritel dengan cepat dilampaui oleh Amazon.com. Sepuluh perusahan terbesar di dunia kini mayoritas perusahaan online

Pengaruhnya di Indonesia bisa terlihat dengan lesunya ritel dan bisnis UMKM. karena masyarakat banyak beralih berbelanja online. Hal ini pun terlihat dengan ditutupnya beberapa ritel besar di Indonesia yang ditenggarai akibat peralihan tempat belanja tersebut.

“Pastikan industri 4.0 tidak menciptakan masalah baru yaitu apa? pengangguran,” kata HT.

Sementara di sisi lain Indonesia yang mengalami bonus demografi membutuhkan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Artinya Indonesia harus menumbuhkan kelompok-kelompok produktif baru yang bisa menciptakan lapangan kerja

“Kalau pemberi kerja pertumbuhannya lebih cepat dari pencari kerja gaji bisa naik dan Indonesia bisa sejahtera,” ungkapnya.

Jangan Dikuasai Asing

Sementara disruptive technology bisa memangkas jumlah tenaga kerja secara signifikan. Sebagai contoh sebuah bank di Jerman bisa mengoperasikan seluruh aktivitas perbankan hanya di satu lantai. Tidak perlu buka cabang dimana-mana dan mempekerjakan banyak karyawan.

Pria yang telah mengajar di lebih 200 perguruan tinggi tersebut menegaskan industri 4.0 jangan sampai dikuasai asing. karena Indonesia bisa menjadi pasar baik di ritel, perbankan, transportasi, pendidikan dan lain sebagainya.

“Kita ingin ekonomi kita maju. Ekonomi kita, ekonomi Indonesia Jadi bagaimana kita betul-betul bisa menciptakan atau mengambil kebijakan tepat sasaran agar perkembangan industri 4.0 ini untuk kemajuan bangsa dan negara, untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya harus ada regulasi yang mengatur keberadaan online asing untuk melindungi ekonomi nasional. Termasuk investasi dan kepemilikan mereka di Indonesia. “Saya sangat mendorong foreign direct investment, tapi harus seiring dengan membangun ekonomi nasional. Jangan sampai asing jadi operatornya, kita yang jadi pasarnya,” tegasnya.

Regulasi tersebut harus win-win, artinya mereka juga bisa untung berinvestasi di Indonesia tapi tetap dalam konteks membangun ekonomi nasional untuk kepentingan rakyat Indonesia. Baik kepentingan ekonomi maupun keamanan nasional

Sebagai contoh, rencana investasi salah satu perusahaan ritel online terbesar di dunia, yang mau berinvestasi di bidang iCloud, HT mengatakan tidak setuju. Karena data-data masyarakat Indonesia seluruhnya bisa terbaca asing.

“Saya tidak setuju kalau dikuasai oleh asing. Paling tidak ada kerja sama joint venture yang kendalinya tetap di lokal. Di negara lain kalau ada asing mau membuat cloud pasti dibatasi juga kalau itu pihak luar. Saya yakin, tidak mungkin dibuka begitu aja. Masalah security juga,” ungkapnya.

Membangun negara, lanjutnya harus melihat perspektif kepentingan nasional secara ekonomi maupun secara keamanan
****** akhir kutipan ******

Iklan

Read Full Post »