Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Kerusuhan Petamburan’


Siapakah mereka yang ditugaskan untuk merusuh

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan, pihaknya juga dibantu anggota Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta dan para ulama untuk menghalau kelompok massa yang hendak masuk ke Jakarta sebagaimana yang diberitakan pada http://www.liputan6.com/news/read/3972740/kapolres-jakbar-kami-dibantu-ulama-dan-fpi-jakarta-halau-massa

***** awal kutipan *****
Dalam upaya menghalau massa itu, kerusuhan pun pecah. Mereka yang tak terima dilarang membuat rusuh lalu melempari polisi dengan batu.

“Hari ini terjadi kerusuhan. Kami dibantu ulama dan tokoh FPI, FPI DKI Jakarta menghalau massa,” ucap Hengki di Jalan KS Tubun arah Tanah Abang, Rabu (22/5/2019).
***** akhir kutipan *****

Seorang jurnalis untuk INA Agency news, media jaringan dari Jurnalis Islam Bersatu, Muhammad Thufail Al Ghifari mengabarkan bahwa Beliau memang menemukan ada orang orang berbisik. “Tugas kita merusuh saja, biar nanti 02 yang disalahkan” sebagaimana yang diberitakan pada http://www.2019gantipresiden.org/2019/05/tugas-kita-merusuh-saja-biar-02-yang.html

****** awal kutipan ******
Kuping saya mendengar koordinasi tersebut ketika beristirahat di Kemanggisan, berhenti sejenak di Tanah Abang, hingga bergerilya di sekitar Thamrin hingga Cipinang muara. Orang orang bayaran?

Aksi protes ke Bawaslu, ada aksi damai pada awalnya. Hingga pecah kerusuhan. Berita yang mengatakan rakyat menyerang polisi. Bisa dipastikan bukan dari peserta aksi damai ke bawaslu.

Entah darimana datangnya. Chaos yang dirakit terstruktur. Masa aksi damai yang sudah bubar lalu muncul masa yang tidak tahu dari mana menyerang polisi. Polisi menembakkan gas air mata.

Tentu saya melihat polisi juga bingung membedakan mana demonstran dari masa pro 02 dan penyusup yang datang pasca bubarnya aksi.

Alhasil banyak sekali gas air mata jatuh tidak pada target dan berdampak mengganggu masyarakat umum. Masyarakat umum terpancing. Kondisi semakin tidak kondusif.

Para provokator, masyarakat membaur. Aparat sudah tidak bisa membedakan mana sipil dan penyusup.

Kerusuhan pecah menyebar. Hingga ke Petamburan 3. Gang kecil tempat markas DPP FPI berada disana. Malam pertama gugur satu laskar FPI. Mereka harus menyelamatkan area warga yang diserang aparat.

Efek domino. Dari gesekan depan Bawaslu menyebar. Pergeseran dari masa penyusup bergeser menjadi aparat vs FPI, padahal awalnya FPI ikut mengawal demonstran 02 dengan damai.

FPI harus menyelamatkan gang Petamburan 3. Kampung mereka. Habib Farhan ikut gugur. ada yang tertembak di kepala anak dari gang Petamburan.

Catatan ini saya investigasi langsung ke lapangan, saya alhamdulillah bertemu dengan pemimpin laskar FPI, saya disambut ramah. Lampu lampu gelap gulita. Petamburan 3 begitu tegang. warga berjaga jaga. Dini hari di tanggal 23 subuh.

Petamburan cenderung lebih aman ketika saya melihat anggota TNI. Mereka menjaga warga, bekerja sama dengan FPI. lebih kondusif walau suasana mencekam masih ada. Saat pulang saya diikuti orang tidak dikenal. saya mampir ke Garasi Hijrah selama satu jam.

Setelah kondusif. saya pulang ke Bekasi. Ditengah jalan saya mampir istirahat di daerah Cipinang muara. Disebuah kedai kopi. saya pesan minuman. Ada banyak orang ngumpul mau berangkat ke titik kerusuhan di Thamrin. saya mendengar mereka berkordinasi. bahasanya sama “yang penting kita bikin rusuh aja, biar nanti 02 yang disalahkan”.

Saya tidak bisa ambil kesimpulan mereka ini darimana. tapi jumlah mereka lebih dari 100 orang. saya teringat 3 orang yang tewas di Petamburan. Kata pak Gubernur Anies Baswedan yang meninggal ada 6 orang. Ada yang memancing aparat dengan target mengkambing hitamkan FPI. Dua duanya hanya bertugas.

Aparat bertugas menjaga ketertiban masyarakat, FPI mengawal hak konsititusi 02 tanpa ada niat melanggar hukum. Namun, siapakah yang mengirim orang orang bayaran ini? ini pertanyaan yang terus muncul dihati kecil saya. Ya Allah jaga Indonesia. Jaga Indonesia ya Rabb.
***** akhir kutipan *****

Sebagaimana yang dikabarkan di atas, Habib Farhan Alatas, penjaga rumah Habib Rizieq Shihab wafat sebagaimana yang diberitakan pula pada https://dekannews.com/baca/markas-fpi-kembali-diserang-habib-farhan-alatas-tewas

***** awal kutipan *****
Informasi yang diperoleh dari grup WhatsApp diketahui, Habib tewas saat markas FPI di Jalan Petamburan III, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali diserang pada Rabu (22/5/2019) pukul 21:00 WIB.

“Bismillah, kejadian di Petamburan Markas Besar FPI pukul 21:00 kami kembali di serang secara membabi buta. Bukan hanya itu, mereka mematikan lampu sehingga gelap di petamburan dan mereka bisa menembak menggunakan Infra Red hingga saat kini kami di serang menggunakan Gas Air mata, Peluru Hampa dan Peluru Tajam belum ketahuan berapa korban yang tertimpa tapi banyak peserta yang mual mual hampir 80% jadi untuk kalian yang berjuang di rumah maka do’akan kami,” pemilik nomor ponsel +62 811-158-*** melaporkan.

“Markaz FPI DI BOMBARDIR, BANYAK KORBAN LASKAR DI SANA,” pemilik nomor ponsel +62 811-158-*** melaporkan pada pukul 22:40 WIB.

“SKRG MASIH TEMBAK2AN!! TNI BARU BISA MASUK GANG PAKSI UTK KASIH PERTOLONGAN MEDIS! TLG KSH TAU LASKAR ATAU UMAT BIAR BS GERAK KEMARI KRN POLISI SDH MEMBABI BUTA!!!” pemilik nomor ponsel +62 811-158-*** kembali melaporkan pada Kamis (23/5/2019) pukul 00:30 WIB.

“Habib Muchsin FPI pegang komando malam ini,” kata pemilik ponsel +62 811-158-*** lagi.

Ini merupakan serangan kedua terhadap markas FPI setelah serangan pada Rabu (22/5/2019) dini hari kemarin yang menewaskan dua orang.

Belum jelas, jika benar polisi yang menyerang markas FPI, apa alasannya, dan mengapa pula dilakukan pada saat yang bersamaan dimana rakyat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR), mendemo Bawaslu untuk menolak kecurangan dalam Pemilu 2019, khususnya untuk gelaran Pilpres. Belum ada tanggapan dari polisi terkait serangan ini.
***** akhir kutipan *****

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »