Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘lebih buruk dari 2004’


SITUNG KPU 2019 lebih buruk dari 2004

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui jika terdapat beberapa kali kesalahan di dalam menginput data, dalam Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG) suara sebagaimana yang diberitakan pada http://news.okezone.com/read/2019/04/20/605/2045856/ada-kesalahan-input-data-kpu-kita-akan-terus-lakukan-koreksi

***** awal kutipan ****
Arief pun tidak setuju adanya tudingan yang menilai KPU sudah melakukan kecurangan sangatlah tidak tepat lantaran semua data ditampilkan secara transparan, walaupun ada entry data yang salah.

“Ini terbuka. Kalau ada yang menduga bahwa kami lakukan kecurangan, masa kami publikasikan.

Jadi saya tegaskan tidak ada niat untuk curang. kalau terjadi karena kesalahan input, itu saya menduga murni karena kesalahan human error,” pungkasnya.
***** akhir kutipan *****

Fahri Ismael yang pernah bertugas sebagai petugas entry data pemilu 2004 menjelaskan bahwa aplikasi Situng KPU 2004 tidak memungkinkan bisa kirim data ke IT Center KPU jika ada kesalahan input atau human error.

Salah input jumlah suara paslon tertentu berarti selisih terhadap jumlah surat suara sah, jika ada selisih data tersebut maka sistem memberikan alert “SELISIH” dan mengunci tombol “KIRIM”.

Jika ini terjadi maka user harus check and balancing data C1 agar data balance dan bisa dikirim ke IT Center KPU Pusat di Jakarta sebagaimana yang disampaikannya pada http://web.facebook.com/fahri.ismael/posts/2384171988311714

Kesimpulanya SITUNG KPU 2019 lebih buruk dari 2004 karena ada ditemukan jumlah perolehan suara kedua paslon LEBIH BESAR dari jumlah suara sah

Pemogram (programmer) tingkat pemulapun pada umumnya akan memperhatikan bahwa jumlah perolehan suara kedua paslon SAMA DENGAN jumlah suara sah.

Contohnya dalam formulir C1 tercantum jumlah suara sah adalah 183 dengan perolehan 53 suara paslon 01 dan 130 suara paslon 02.

Namun data yang terrekam dan terpublikasi adalah 553 suara paslon 01 dan 30 suara paslon 02 sehingga jumlah perolehan suara kedua paslon adalah 583 LEBIH BESAR dari jumlah suara sah yakni 183.

Contoh kegaduhan yang ditimbulkan oleh SITUNG KPU 2019 diberitakan pada https://news.okezone.com/read/2019/04/19/605/2045607/viral-c1-beda-dengan-data-situs-resmi-kpu-itu-human-error atau berita pada https://nasional.kompas.com/read/2019/04/19/19034251/kpu-koreksi-kesalahan-entry-data-situng-9-tps

Fahri Ismael menyimpulkan berarti Situng KPU 2019 lebih buruk dari 2004, sistemnya tidak mencegah kesalahan user, apakah disengaja oleh ahli IT KPU atau memang ahli IT nya memang bodoh.

Akibat dari “kebodohan” atau kekeliruan Situng KPU 2019 adalah kelak para relawan HARUS MENCOCOKAN antara hasil di Situng KPU dan Scan Plano C1 di 813.350 TPS dalam waktu hanya beberapa hari sebelum 22 Mei 2019.

Bukankah ini menambah effort para relawan yang harus mengawal surat suara, form C1 dan Plano C1 ditambah lagi harus melakukan cross check Situng KPU di 813.350 TPS. Kebodohan yang melelahkan kita semua.

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Iklan

Read Full Post »