Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Menggoreng isu penculikan’


Demi pilpres 2019 sebaiknya janganlah menggoreng isu penculikan

Marilah kita sukseskan pilpres dan pilleg 2019.

Silahkan pilih pilihan anda dan berpolitiklah dengan ihsan sebagaimana yang telah disampaikan pada https://mutiarazuhud.wordpress.com/2018/12/14/politik-yang-ihsan/

Politik yang ihsan adalah berpolitik dengan selalu memandang Allah dengan hatinya atau minimal selalu yakin diawasi oleh Allah Ta’ala

Lalu dia bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu takut kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya (bermakrifat), maka jika kamu tidak melihat-Nya (bermakrifat) maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR Muslim 11)

Firman Allah Ta’ala yang artinya “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” (QS Al Faathir [35]:28)

Muslim yang takut kepada Allah adalah yang selalu memandang (melihat) Allah dengan hatinya (ain bashiroh) atau minimal selalu yakin diawasi oleh Allah Ta’ala sehingga setiap akan bersikap atau berbuat selalu mencegah dirinya dari melakukan sesuatu yang dibenciNya , menghindari perbuatan maksiat, menghindari perbuatan keji dan mungkar sehingga terbentuklah muslim yang berakhlakul karimah atau muslim yang sholeh atau muslim yang ihsan.

Ustadz Abdul Somad mengingatkan bahwa agama dan politik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan sebagaimana yang diberitakan pada http://aceh.tribunnews.com/2018/07/05/uas-agama-dan-politik-tak-bisa-dipisahkan

Salah satu akibat jika politik dipisahkan dengan agama adalah akan timbullah politik yang TIDAK IHSAN, politik yang tidak memiliki akhlak atau politik yang tidak mengikuti etika dan norma yang telah disepakati dalam Pancasila yakni politik yang tidak “memandang” (melihat) Allah dengan hatinya.

Begitupula demi pilpres 2019 tidak ada masalah cawapres memuji capres namun sebaiknya jangan menggoreng isu penculikan.

Bondan Winarno mengingatkan pada saat itu, perintah ‘mengamankan’ bisa diartikan ‘menghabisi’. Tim Mawar tidak menghabisi mereka yang diamankan. Malahan, mereka yang diamankan dan dilepas oleh Tim Mawar, sebagian sekarang bergabung di Gerindra.

Berikut kutipan pernyataan Bondan Winarno selengkapnya sebagaimana yang diberitakan pada http://www.merdeka.com/politik/bondan-winarno-bantah-isu-miring-soal-prabowo-di-twitter.html

***** awal kutipan *****
***** awal kutipan *****
1. Penculikan aktivis dan mahasiswa

Nama Prabowo Subianto selalu disebut-sebut sebagai dalang penculikan dan pembunuhan sejumlah aktivis di era tahun 1998. Prabowo yang mengkomandoi Tim Mawar disebut telah menculik sejumlah aktivis dan mahasiswa pro demokrasi.

Menurut Bondan Haryo Winarno, Tim Mawar yang dikomandoi oleh Prabowo tidak pernah menculik apalagi membunuh para aktivis.

“Tuduhan kedua: @Prabowo08 menculik & membunuh aktivis demokrasi. Sebenarnya: Tim Mawar bergerak cegah terorisme,” tulis Bondan dalam akun Twitter-nya, @PakBondan yang dikutip merdeka.com, Senin (31/3).

Calon legislatif DPR RI No 2 dari Gerindra Dapil DKI 2 menyebut, sebelum Tim Mawar dapat perintah mengamankan terduga teroris, terjadi peledakan bom di Jakarta Januari 1998. Menurutnya, peledakan bom ini salah satunya di Tanah Tinggi yang ditujukan untuk mengganggu Sidang Umum MPR bulan Maret 1998.

“Pada saat itu, perintah ‘mengamankan’ bisa diartikan ‘menghabisi’. Tim Mawar tidak menghabisi mereka yang diamankan. Malahan, mereka yang diamankan dan dilepas oleh Tim Mawar, sebagian sekarang bergabung di @Gerindra,” tulis Bondan lagi.

“Apakah mereka mau bergabung dengan @Gerindra jika @Prabowo08 benar kejam seperti dituduhkan?” tulisnya lagi.

2. Prabowo khianati Soeharto

Selain membantah tentang penculikan aktivis dan mahasiswa yang dilakukan Prabowo, caleg Partai Gerindra Bondan Winarno juga membeberkan perihal rumah tangga Prabowo. Bondan membeberkan mengapa Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu keluar dari Cendana.

Seperti diketahui, Prabowo sebelumnya menikah dengan Siti Hediyati Hariyadi alias Titiek Soeharto pada tahun 1983. Keduanya lalu bercerai di tahun 1998, tak lama setelah Soeharto lengser.

Menurut Bondan, tidak benar jika Prabowo cerai dengan Titiek Soeharto lantaran tidak mengurusi keluarga.

“Tuduhan pertama: @Prabowo08 cerai karena tidak becus mengurus keluarga,” ujar Bondan lewat akun Twitter-nya @PakBondan yang dikutip merdeka.com, Senin (31/3).

Menurut Bondan, yang benar Prabowo diusir dari Cendana. Prabowo diusir lantaran dua hal.

“@Prabowo08 dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur. @Prabowo08 tidak gunakan senjata dan malah membiarkan demonstran masuk ke kompleks DPR/MPR,” tulis Bondan.

3. Prabowo dalang kerusuhan Mei 1998

Prabowo Subianto saat masih menjadi Pankostrad dituduh sebagai biang keladi kerusuhan Mei 1998. Namun Bondan membantah tegas kabar miring ini. Menurut Bondan, Prabowo adalah kambing hitam di tragedi kerusuhan itu.

“Kerusuhan Mei 1998 dipicu oleh naiknya harga BBM tanggal 4 Mei karena tekanan IMF untuk cabut subsidi. Sudah menjadi rahasia publik, bagaimana @Prabowo08 membujuk Panglima ABRI untuk turun tangan kendalikan situasi,” tulisnya.

“Namun pada saat-saat genting, Panglima ABRI malah tinggalkan Jakarta untuk upacara seremonial di Malang,” keluh Bondan.

4 . Prabowo dicopot karena ingin kudeta Habibie

Sesaat setelah dilantik jadi presiden menggantikan Soeharto, BJ habibie lalu mencopot Letjen Prabowo dari jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Habibie mendapat informasi bahwa Prabowo akan melakukan kudeta sehingga menantu Soeharto itu akhirnya dicopot dari jabatan strategisnya.

Menurut Bondan, Prabowo bergerak membawa pasukan mendekati wilayah ring satu adalah untuk mengamankan Habibie.

“Sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 mengikuti protap untuk mengamankan Ring-1 saat ibukota kembali memanas. Prosedur tetap ini dijalankan @Prabowo08 tanpa sepengetahuan Panglima ABRI. Panglima ABRI keliru analisa situasi,” tulis Bondan.

Menurut Bondan, Panglima ABRI Salah asumsi. Panglima ABRI berasumsi, pergerakan pasukan ke Ring-1 harus atas perintahnya. Beliau lapor ke Presiden Habibie. Karena informasi ini, Presiden Habibie menduga bahwa Prabowo ingin kudeta. Prabowo lalu dipanggil menghadap ke Istana.

“Jika @Prabowo08 benar ingin kudeta, apakah ia akan datang ke Istana dan datang sendirian tanpa pasukan?. Mendengar perintah Presiden Habibie untuk melepas jabatan sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 kaget. Namun sebagai prajurit yang taat, ia ikuti perintah Presiden Habibie, lepaskan jabatan Pangkostrad dan jadi Dansesko ABRI,” bantah Bondan.

5. Prabowo ke Yordania kabur hindari hukuman

Usai dicopot dari Pangkostrad, Prabowo lalu memilih ke luar negeri. Pilihan Prabowo merantau ke negeri orang ini pun kembali ditumpangi isu tak sedap. Prabowo dikabarkan ke Yordania untuk menghindari hukuman.

“@Prabowo08 ke Yordania untuk menghindari hukuman. Kenyataan: Menghindari fitnah. @Prabowo08 adalah mantan Danjen Kopassus. Beliau terlatih di bidang intelijen dan kontra-inteligen,” tulis Bondan.

Menurut Bondan, kondisi saat itu banyak pihak-pihak yang membutuhkan kambing hitam. Kalau bisa semua masalah di era tahun 1998 itu akan dituduhkan kepada Prabowo.

“@Prabowo08 sadar, risikonya terlalu besar jika ia tetap di Jakarta. Rumahnya bisa ‘diisi’ senjata, dan sebagainya. Oleh karena itu beliau memilih untuk pergi ke luar negeri. Ke Yordania dan Malaysia. Menghindari fitnah,” ujar Bondan.

6. Prabowo kaya raya karena korupsi

Prabowo Subianto kini menjadi salah satu capres yang kaya raya. Tudingan miring bahwa kekayaan Prabowo didapat dari hasil korupsi di era orde baru pun menguat. Benarkah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu kaya dari hasil korupsi?

Bondan pun membantah tegas desas-desus tersebut. Bahkan menurut pria yang populer dengan slogan maknyus ini, anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu pernah bangkrut saat krisis moneter tahun 1998.

“Sebenarnya: Tahun 1998 Prabowo jatuh miskin. Rumah di Indonesia tidak punya, tabungan hanya cukup untuk hidup beberapa bulan saja di pengasingan,” tulis Bondan..

Prabowo lalu kerja keras sebagai pengusaha di luar negeri untuk dapat hidup layak. Prabowo lalu mengikuti jejak adiknya, Hashim Djojohadikusumo yang memang sudah malang melintang dalam dunia usaha di luar negeri.

“Karena pengalaman sebagai pengusaha di luar, @Prabowo08 jadi tahu benar bagaimana asing eksploitasi SDA Indonesia,” tulis Bondan.

7. Tak punya sumbangsih untuk bangsa

Setelah kerusuhan Tahun 1998 Prabowo lalu meninggal Indonesia. Isu miring pun lagi-lagi menyerang mantan Danjen Kopassus itu. Prabowo dinilai tidak punya sumbangsih untuk negeri ini.

“Sumbangsih yang terbesar adalah: Mendirikan @Gerindra, partai politik modern yang terbuka dan jelas visinya. Selain @Gerindra, @Prabowo08 juga fokus tingkatkan prestasi olahraga kita. Khususnya pencak silat dan berkuda,” tulis Bondan.

Menurut Bondan, sejak kepemimpinan Prabowo dalam tim pencak silat, Timnas Pencak Silat Indonesia tidak pernah kalah di turnamen internasional. Di tahun 2014 ini Prabowo juga berhasil mengantarkan tim Polo berkuda Indonesia terbaik di Asia yang bisa mengalahkan China, India, dan Korsel.

“Di bidang pertanian, @Prabowo08 sebagai Ketua HKTI kembangkan bibit-bibit unggul untuk tingkatkan panen per hektar. Di bidang pendidikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak beasiswa sekolah dan kuliah yang diberikan @Prabowo08,” tulisnya lagi.
******* akhir kutipan *******

Mayor Bambang Kristiono yang saat itu menjabat Komandan Batalyon 42 Kopassus mengaku pembentukan Tim Mawar adalah inisiatif pribadi. Bambang tak pernah menemui Prabowo yang saat itu menjabat Danjen Kopassus. Dia hanya melapor pada Komandan Grup IV Kopassus Kolonel Chaerawan sebagaimana informasi dari http://www.merdeka.com/peristiwa/1998-momentum-keruntuhan-prabowo-sang-bintang-terang-tni-isu-kudeta-prabowo-4/dianggap-dalang-kerusuhan-mei-98.html

***** awal kutipan *****
Menurut Prabowo saat kerusuhan Mei 1998, dirinya tidak pernah menjadi dalang di balik pemerkosaan dan pembunuhan terhadap etnis Tionghoa. Prabowo mengaku dia hanya menjadi korban fitnah.

“Saya bisa ungkap, tapi saya ingin kesejukan. Jika saya ungkap hanya akan mengungkit peristiwa yang lalu. Tidak ada untungnya,” katanya.

“Saya dulu dituduh membakar gereja, disebut saya anti kristen, tapi besoknya saya juga dituduh membunuh kyai-kyai Jawa, dituduh membom Istiqlal, tidak tahu besok dituduh apalagi,” ujar Prabowo.
***** akhir kutipan *****

Begitupula Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto lebih memilih diam menanggapi tuduhan kudeta dan anti etnis tionghoa. Prabowo mengatakan sudah terbiasa denga isu dan fitnah atas dirinya sebagaimana informasi dari http://www.rmol.co/read/2013/10/21/130080/Prabowo-Ingin-Jadi-Deng-Xiao-Ping-nya-Indonesia-

***** awal kutipan *****
“Saya waktu itu pangkostrad dengan 33 batalyon, nyatanya apakah saya kudeta? Itu tidak akan saya lakukan karena sebagai prajurit sapta marga saya taku terhadap konstitusi UUD 1945,” kata Prabowo di sela kunjungan ke Medan, Minggu (20/10).

“Biarlah waktu dan sejarah yg akan membuktikan. ‘Becik ketitik ala ketara’,” ungkapnya seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima redaksi.

Prabowo mengatakan Bapak pembangunan RRC, Deng Xiao Ping juga pernah difitnah 3 kali, dipecat 3 kali dan dipenjara 3 kali sebelum memimpin kebangkitan China. Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini menjelaskan bahwa dirinya ingin menjadi Deng Xiao Ping nya Indonesia yang meskipun dituduh dan difitnah tetapi bisa membawa kebangkitan rakyat Indonesia.

“Kalau saya kan hanya 1 kali dipecat, alhamdulillah. Dan saya ingin menjadi Deng Xiao Ping nya Indonesia,” harapnya.

“Indonesia dengan segala kekayaan yang di punya, seharusnya mampu bangkit dan besar sejajar dengan RRC, Russia dan Brasil dan saya ingin memimpin kebangkitan Indonesia itu,” demikian Prabowo
***** akhir kutipan ******

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »

Older Posts »