Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Pergerakan’

Sebelumnya kami telah menguraikan bagaimana kebencian kaum Wahabi/Salaf(i) terhadap saudara muslim yang mendalami Tasawuf. Bahkan sebagaimana yang disampaikan oleh Abuya Prof. DR. Assayyid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani, kaum Wahabi dengan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi telah memasukkan pentakfiran kaum muslim yang mendalami tasawuf dalam Islam kedalam kurikulum pendidikan.

Lihatlah, https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/08/16/2010/08/18/ekstrem-dalam-pemikiran-agama/

Dalam materi tersebut terdapat pengafiran, tuduhan syirik dan sesat terhadap kelompok-kelompok Islam sebagaimana dalam kurikulum tauhid kelas tiga Tsanawiy (SLTP) cetakan tahun 1424 Hijriyyah yang berisi klaim dan pernyataan bahwa kelompok Shuufiyyah (aliran–aliran tashowwuf ) adalah syirik dan keluar dari agama.

Materi kurikulum tersebut menjadikan sebagian pengajar terus memperdalam luka dan memperlebar wilayah perselisihan. Padahal, 3/4 penduduk muslim seluruh dunia adalah Shuufiyyah dan seluruhnya terikat dan meramaikan padepokan (zaawiyah) mereka dengan tashowwuf.

Suatu kesalahpahaman kaum Wahabi/Salaf(i) yang besar lainnya adalah menganggap / menilai bahwa muslim yang mendalami tasawuf, asya’riah dan muslim lainnya yang tidak sepamahaman dengan mereka adalah termasuk orang musyrik

Lihatlah
http://allangkati.blogspot.com/2010/07/keganasan-wahabi-di-pakistan.html

Para pengikut ajaran wahabi adalah kelompok yang sangat membencikan orang-orang sufi dan mengkafirkan mereka, mereka menganggap bahwa orang -orang sufi menyembah kuburan-kubura wali sehingga halal darahnya di bunuh, pemahaman ini bersumber dari aqidah mereka yang menyatakan bahwa tauhd itu terbagi kepada tiga bahagian, tauhid Rububiyah, tauhid Uluhiyah, tauhid asma` dan sifat, orang-orang sufi hanya percaya dengan tauhid rububiyyah dan tidak menyakini tauhid uluhiyyah, sebab itulah mereka kafir dan boleh di bunuh, bahkan mereka mengatakan bahwa orang-orang kafir qurasy lebih bagus tauhidnya daripada orang-orang sufi.

Begitu juga kebencian mereka terhadap saudara muslim kita Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin dan hizb-hizb Islamiyah lainnya. Intinya mereka membenci saudara muslim lainnya di luar pemahaman mereka dan menjuluki sebagai Hizbiyyun.
Silahkan periksa
http://abuumar.multiply.com/journal/item/255/Menurut_Salafi_Hizbut_Tahrir_Itu_Sesat_1

Kaum Muslimin hanyalah dikatakan mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah baik secara pokok-pokoknya dan patokan-patokannya, apabila di samping berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah, mereka juga berpegang dengan apa yang ditempuh oleh Salafus Shalih. Karena ayat di atas mengandung nash yang jelas tentang dilarangnya kita menyelisihi jalannya para shahabat.

Artinya wajib bagi kita mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan tidak menyelisihi (menentang) beliau, demikian pula wajib bagi kita untuk mengikuti jalannya kaum Mukminin dan tidak menyimpang darinya. Dari sini kita menyatakan bahwa wajib atas tiap golongan/kelompok/jamaah Islamiyah untuk memperbaharui tolok ukur mereka yakni agar mereka bersandar kepada Al Qur’an dan Sunnah di atas pemahaman Salafus Shalih.

Dan sangat kita sayangkan Hizbut Tahrir tidak berdiri di atas dasar yang ketiga, demikian pula Ikhwanul Muslimin dan hizb-hizb Islamiyah lainnya.

Atau kebencian mereka terhadap saudara muslim dari Jama’ah Tabligh (JT)

http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/07/24/kritik-ijtima%E2%80%99-tahunan-jama%E2%80%99ah-tabligh/

Sehingga bisa disimpulkan bahwa perkumpulan tahunan yang dilakukan oleh JT adalah salah satu bentuk menentang Allah dan rasul-Nya.

وذلك أنه لا يوجد في الإسلام تجمع على هذا النحو شرعه الله إلا عبادة الحج فحينئذ يتبين معنى مضاهاة الشريعة .

Bisa disimpulkan demikian karena dalam Islam tidaklah dijumpai acara perkumpulan semisal ini yang Allah syariatkan melainkan dalam ibadah haji. Dengan demikian jelaslah bahwa perkumpulan semisal ini adalah perkumpulan yang menyaingi perkumpulan yang ada dalam syariat.

Bahkan kaum muslimin mendekat dan bekerjasama dengan saudara muslim yang mereka panggil dengan Hizbiyyun pun ditetapkan mereka sebagai sebuah kesesatan
lihat
http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/08/21/walhamdulillah-pernyataan-resmi-tentang-ruju-nya-ust-jafar-umar-thalib-hafizhohullah/

Lebih seru lagi berita negatif tentang Ja’far Umar Thalib itu, di saat saya hadir dalam acara Dzikir Bersama yang diadakan oleh saudara Muhammad Arifin Ilham bersama para tokoh Sufi (yakni tokoh pengamal ilmu Tasawwuf) dan bahkan tokoh-tokoh Kuburi (yakni tokoh-tokoh penganjur perbuatan syirik dengan mengkeramatkan kuburan orang yang dianggap wali Allah). Ja’far Umar Thalib semakin dianggap telah keluar dari Manhaj Salaf (yakni pemahaman dan pengamalan agama para Salafus Shalih). Apalagi Ja’far Umar Thalib menulis dua artikel di majalah SALAFY edisi tiga dan empat yang menerangkan alasan ilmiah mengapa ikut hadir di acara Dzikir Bersama itu. Maka Ja’far Umar Thalib dianggap telah bergabung dengan aliran Sufi dan meninggalkan Manhaj Salaf. Begitulah terus berlangsung pemberitaan tentang Ja’far Umar Thalib di kalangan Salafiyyin (yakni para penganut Manhaj Salafus Shaleh) di berbagai negeri di dunia, baik kalangan Ulama’nya

Atau periksa tulisan pada
http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/mengapa-saya-keluar-dari-wahdah-islamiyah-bag-1.html

Perkara inilah yang paling mendorong saya untuk keluar dari WI, sebab keadaan batin saya sangat sulit menerima untuk terus bersama dan berta’awun dalam dakwah bersama orang-orang yang menganggap ringan berteman, bermajelis, menjadikan orang-orang dari kalangan hizbiyyun atau orang yang dikenal memiliki manhaj yang menyimpang dari manhaj Salaf sebagai penceramah dalam acara-acara mereka.

http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-2-lanjutan.html

Pertama : Sebagaimana jawaban sebelumnya bahwa hakikat pernyataan WI bukan bagian dari Ahlus Sunnah bukanlah “fatwa” dari kami, sehingga menjadi alasan bagi mereka untuk menghina kami dengan sebutan “al-mufti”, “al-maghrur” “al-‘Allamah al-Mushonnif” -semoga mereka segera bertaubat dari perbuatan menghina sesama muslim-. Bahkan mereka sendiri telah mengetahui dengan pasti bahwa yang telah mengeluarkan fatwa bahwa “WI bukan termasuk Ahlus Sunnah” dari kalangan Ulama adalah Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkhali –hafizhahullah-. Terlepas dari apakah kalian setuju atau tidak dengan fatwa tersebut, yang pasti bukan kami yang mengeluarkan “fatwa meng-eliminasi WI dari barisan dakwah Salaf”.[5]

Adapun sikap asatidzah Salafiyin, jauh sebelum kami mengenal mereka pun jelas, yaitu tidak menganggap WI sebagai Ahlus Sunnah, disebabkan penyimpangan-penyimpangan dari manhaj Ahlus Sunnah yang ada pada WI.

Atau periksa tulisan pada
http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/31543

Analisis untung rugi kalo sekolah di Sekolah Islam Terpadu yg dikelola hizbiyyun itu misalnya:
– Keuntungannya: seakidah, ada pelajaran-pelajaran tentang akhlak, membaca Al Qur’an, menghafal Al Qur’an dll
– Kerugian: Terkadang ada yang memulai pelajarannya di pagi hari dengan wirid ma’tsurat yang bid’ah, mengajarkan doa sehari-hari yang berasal dari hadits dhoif. Terkadang ada yang merayakan perayaan-perayaan bid’ah seperti maulid, muharram dll.
Untuk SMU Islam Terpadu yang dikelola hizbiyyun kerugiannya bertambah lagi: biasanya anak sudah diarahkan untuk masuk hizb tertentu lewat liqo-liqo-nya. (Saya mendapat informasi-informasi ini dari seorang teman dekat saya yang bekerja di sebuah Sekolah Islam Terpadu)

Siapakah kaum Wahabi atau Salaf(i) ?

Kalau di jazirah Arab umumnya mereka dikenal dengan nama kaum Wahabi suatu kaum yang dicetuskan oleh Muhammad bin Abdil Wahhab atau Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang ulama dari Najd yang menurut kabar, beliau seorang ulama yang mempelajari tulisan/karya-karya Syaikh Ibnu Taimiyah. Namun kita sadari bahwa apa yang dipahami oleh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak mungkin 100% sama dengan pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah. Pastilah bercampur dengan pemahaman beliau sendiri apalagi “belajar” nya beliau hanya melalui tulisan/karya bukan bertemu langsung karena masa kehidupan mereka terpaut jauh..

Kaum Wahabi mengusahakan agar mereka diluar jazirah Arab dikenal dengan nama salaf(i) atau Salafy agar mendekati kemiripan dengan ulama salaf.

Kalau dilihat dari sisi nama pencetusnya, Muhammad bin Abdil Wahhab seharusnya kaum itu bernama Muhammadiy, karena takut disalah artikan maka akhirnya disepakati mengambil dari nama ayahnya sehingga menjadi kaum Wahabi.

Mereka senang dipanggil sebagai kaum Wahabi karena mereka pahami panggilan itu serupa dengan Al-Wahhab ( الوهاب ) yang merupakan salah satu diantara nama-nama Allah Yang Agung, yang berarti Yang Maha Memberi.

Namun karena sejarah kelam “pergerakan” kaum Wahabi yang melakukan “gerakan” berdasarkan pemahaman dan penilaian mereka sendiri akhirnya mereka tidak meyukai panggilan Wahabi sehingga selanjutnya memperkenalkan diri dengan panggilan Salafy, kalau saya lebih suka memanggil mereka dengan Salaf(i) agar kita bisa membedakan dengan salaf yang sesungguhnya.

Ulama Muhammad bin Abdul Wahab ketika ia pindah ke Dur’iyah.

Raja Dur’iyah bernama Muhammad bin Sa’ud menolong Muhammad bin Abdul Wahab dalam penyiaran paham-pahamnya.

Maka bersatulah dua orang “Muhammad”, yang berlain kepentingan, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Sa’ud.

Muhammad bin Abdul Wahab membutuhkan seorang penguasa untuk menolong penyiaran pahamnya yang baru dan Muhammad bin Sa’ud membutuhkan seorang ulama yang dapat mengisi rakyatnya dengan ideologi yang keras, demi untuk memperkokoh pemerintahan dan kekuasaannya.

Jadi bagi saya ulama Muhammad bin Abdul Wahab merupakan ulama pragmatis, demi kepentingan kekuasan Muhammad bin Sa’ud atau dinasti Sa’ud. Oleh karenanya dapat kita pahami bagaimana ulama Muhammad bin Abdul Wahab menggunakan pemahamannya untuk mempertahankan kekuasaan Muhammad bin Sa’ud salah satunya dengan slogan “Jangan memberontak kepada penguasa selama mereka masih sholat walaupun penguasa itu dzhalim”. Kaum Wahabi sangat menghindari jama’atul minal muslimin dengan alasan akan menimbulkan firqah/golongan padahal hakikatnya mereka mencegah timbulnya “kekuataan” jama’ah disamping kekuatan sang penguasa dinasti Sa’ud. Wallahu a’lam

Cobalah kita tengok perkembangan langkah-langkah perjalanan saudara kita Ustadz Ja’far Umar Thalib.

Sumber:
http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/08/21/walhamdulillah-pernyataan-resmi-tentang-ruju-nya-ust-jafar-umar-thalib-hafizhohullah/
atau
http://alghuroba.org/print.php?read=142&title=Laporan%20Khusus

Beliau adalah pada awalnya bagian dari kaum Wahabi atau Salaf(i). Beliau terkenal dikarenakan memimpin Laskar Jihad dan dikenang bahwa beliau Jihad Fi Sabilillah di Maluku dan di Poso.
Silahkan baca tulisan selengkapnya pada
http://nyata.wordpress.com/2007/08/21/dakwah-antara-jamarto-yazid-jawaz-dan-aunur-rofiq/

Namun akhirnya “pergerakan” beliau di Indonesia dinilai oleh para pemimpin kaum Wahabi atau Salaf(i) adalah sebuah kekeliruan atau kesesatan sehingga diperlukan pertobatan.

Ja’far Umar Thalib: “akhirnya pada tanggal 10 Mei 2008 saya bertemu As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali di rumah kediaman beliau di komplek perumahan Awali Makkah. Tampak beliau lebih tua dibanding pertemuan saya dengannya tujuh tahun yang lalu”.

As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali:
“Saya nasehatkan kepadamu agar kamu meninggalkan arena politik praktis. Sebab dengan terlibat dalam arena politik itu kamu terlalaikan dari kemestian da’wah Salafiyah.

As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah menyatakan: “Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing. Maka jangan kamu memasuki arena politik praktis itu.

Juga saya nasehatkan kepadamu untuk kamu bertaqwa kepada Allah dalam menjalankan kegiatan Da’wah dan ikhlaskanlah amalanmu itu hanya untuk Allah.
Saya nasehatkan kepadamu agar engkau menulis berbagai kesalahanmu untuk kemudian kamu bertaubat kepada Allah Ta’ala dari berbagai kesalahan itu. Saya menasehatkan kepadamu agar kamu berupaya sungguh-sungguh untuk membangun semangat saling mencinta di antara kamu dengan saudara-saudaramu kalangan Salafiyyin.
Upayakanlah untuk kamu kembali dalam suasana saling tolong menolong dengan mereka dalam rangka kebaikan dan ketaqwaan. Jauhkanlah berbagai sebab yang mengarah kepada perselisihan dan perpecahan di kalangan kalian. Karena perpecahan dan permusuhan diantara kalian itu telah melemahkan Da’wah Salafiyah di Indonesia”.

Oleh karena nasehat para pemimpin kaum Wahabi atau salaf(i) akhirnya ustadz JUT membubarkan laskar jihad dan membuat surat pernyataan yang menunjukkan pertobatannya.
https://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2010/10/jut_taubat.pdf
https://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2010/10/jut_ruju.pdf
https://mutiarazuhud.files.wordpress.com/2010/10/jut_cerita_ruju.pdf

Namun tampaknya pertobatan tersebut masih dianggap para pemimpin kaum Wahabi atau Salaf(i) belum menunjukkan kesesuaian dengan apa yang mereka pahami
http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=1706

3. Membiarkan Al-Akh Ja’far pada keadaannya yang semula sebagaimana sikap kita sebelumnya berupa pemutusan hubungan apapun dengannya, sampai dia tampakkan taubatnya serta membaik taubatnya tersebut.

http://nyata.wordpress.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/

Ja’far Umar Thalib memang mengaku ruju’ pada al haq, akan tetapi bergerombol dengan para Turotsi dari kalangan yayasan Al Sofwa, juga masih terlibat membela dalam pertikaian Al Irsyad legal dan liar. Ja’far pula yang dulu secara ilmiyah menjelaskan penyimpangan dan kesesatan dakwah As Surkati dengan Al Irsyad, organisasi bantuan dari uang lotre Belandanya dan sekarang Ja’far telah ruju’ dan membela Al Irsyad beserta segenap tokoh-tokoh hizbi tanah air, bergabung bersama mereka mempertontonkan aksi “simpatiknya” dalam melawan pemerintah.

Sebagian bukti dan link menunjukkan bahwa Ja’far bukanlah pendamai antara Al Irsyad legal dan liar, tapi justru mendukung mereka. Toh aparat kepolisian, Kodim, sudah bertugas baik, untuk apa memboyong “laskar” nekat dari Jogjakarta ? ? ? Inilah tindakan berbau Khawarij, hizbiyyah, ashobiyyah yang amat sangat tidak pantas bagi beliau yang mendatangi ulama Ahlussunnah dan mengaku ruju’ disana maupun di majalah dan situsnya. Wallahul musta’an. (a/h)

Tambahan :
Djafar Umar Thalib mengakui sendiri diminta kubu Al Irsyad yang dikalahkan PN Jakpus menjadi preman penghalang eksekusi oleh negara tersebut, ditulis di situs resminya sendiri http://www.alghuroba.org/index.php?read=158 sbb :

“Singkat cerita, kubu liberal hendak bertindak sebagai eksekutor guna mengeksekusi kantor Al-Irsyad yang ada di Jalan Kramat Raya no. 25 JAKPUS. Upaya ini pada mulanya didukung oleh PN JAKPUS (Pengadilan Negeri Jakarta Pusat) yang bertindak sebagai juru sita. Melihat fenomena diatas kader Al-Irsyad dari kubu pertama tidak bisa menerima hal itu, karena sesungguhnya pada Jalan Kramat Raya no. 25 tidaklah terdapat kantor Al-Irsyad sebagaimana anggapan kubu liberal, dan hal ini sempat dibuktikan dihadapan juru sita pada tanggal 29 September 2008 yang lalu.

Dengan adanya upaya eksekusi secara sepihak ini, kader Al-Irsyad dari kubu pertama meminta Ustadz Ja’far Umar Thalib guna membantu mereka untuk menggagalkan upaya eksekusi bangunan tersebut, dan Ustadz Ja’far pun menyatakan kesiapannya.”

Djafar Umar Thalib mengaku melakukan anarkhisme dengan mencopot kacamata salah seorang dari pihak Al Irsyad legal, yang memicu kesigapan Kapolsek Senin, A.L Tobing bertindak mengamankan. Demi mengamankan emosi Djafar Umar dkk, A.L Tobing mencium tangan Djafar untuk meredam, namun Djafar tambah congkak rupanya.

Padahal Ulama Ja’far Umar Thalib (JUT) telah “berupaya” untuk menunjukkan bahwa beliau tidak sependapat atau sejalan lagi dengan ulama-ulama pergerakan sebagai contoh dengan Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB)

Inilah tanggapan dari mereka yang sependapat atau sejalan dengan Ustadz ABB terhadap Ustadz JUT

http://kabarduniaislam.blogspot.com/2010/08/jafar-umar-thalib-ternyata-penasihatnya.html

Sehari setelah penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (10/08) Metro TV mewawancarai Ja’far Umar Thalib. Jika para Ulama dan tokoh Islam bergabung mengecam penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebaliknya Ja’far justru tidak sama sekali ikut prihatin apalagi mengecam. Ia bahkan menuduh Ustadz Abu sebagai tokoh sesat berpaham takfiriy dan khawarij. Jika kita menyaksikan acara tersebut kita akan melihat sungguh luar biasa kebencian Ja’far Umar Thalib kepada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Video terkait :


Inilah tanggapan dari kaum Wahabi atau Salaf(i) terhadap penangkapan Ustadz ABB
http://kampungsalaf.wordpress.com/2010/08/30/sebuah-catatan-atas-tertangkapnya-abu-bakar-ba%E2%80%99asyir-bag-1/
http://kampungsalaf.wordpress.com/2010/09/28/sebuah-catatan-atas-tertangkapnya-abu-bakar-ba%E2%80%99asyir-bag-2/

Ucapan terima kasih juga selayaknya diberikan kepada Pemerintah RI, khususnya POLRI melalui Densus 88 –jazaahumullahu khairan- yang telah mengerahkan segenap tenaga untuk menangkap tokoh yang satu ini dan mengumpulkan bukti-bukti keterlibatannya dalam aksi-aksi Teroris Khawarij.

Namun ternyata, di tengah-tengah kegembiraan kaum muslimin atas tertangkapnya tokoh kesesatan tersebut, ada sekelompok kecil orang-orang yang mengatasnamakan umat Islam yang memprotes dan menyatakan secara terbuka ketidaksetujuan mereka, bahkan mengecam pemerintah dengan keras atas penangkapan tersebut. Diantaranya adalah sebuah forum yang menamakan diri Forum Umat Islam (FUI), yang mengklaim beranggotakan ormas-ormas Islam, diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin, Jamaah Anshorut Tauhid, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Al Irsyad Al Islamiyyah, Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Az Zikra, PP Daarut Tauhid, Hidayatullah, PII dan Wahdah Islamiyah yang berpusat di Makassar.

Kalau kita amati , bahwa pemahaman yang dibawa oleh ustadz ABB dengan JAT (Anshorut Tauhid) merupakan upaya menegakkan Sunnah Rasululloh, hancurkan syirik, musnahkan bid’ah, terapkan syari’at Allah swt, sebagaimana motto salah satu situs dari kaum mereka, http://jihaddandakwah.blogspot.com/

(Jihad Menegakkan Tauhid, Membela Sunnah Rasululloh, Hancurkan Syirik, Musnahkan Bid’ah, Terapkan Syari’at Alloh, Berantas Kemungkaran dan Kemaksiatan). ” Tegaknya Agama ini haruslah dengan Kitab (Al-Qur’an dan sunnah) sebagai petunjuk dan Pedang (Senjata) sebagai penolong. Kitab menjelaskan apa-apa yang diperintahkan dan apa-apa yang dilarang Alloh. Pedang (senjata) menolong dan membelanya “. (Nasehat berharga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahulloh)

Kalau boleh saya simpulkan dan juga telah saya uraikan dalam blog http:/mutiarazuhud.wordpress.com, hasil kajian kami, bahwa kaum muslimin secara tidak disadari telah diadu domba hanya dikarenakan oleh cara pemahaman mereka masing-masing terhadap pemahaman/ijtihad Syaikh Ibnu Taimiyah yang dipelajari dan di i’ttiba (diikuti) oleh dua kaum yang saling bertentangan.

Silahkan baca tulisan pada
https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/29/keterhubungan-salafy/

Kenyataan yang kita lihat bahwa saudara-saudara muslimku Salaf(i) terpecah dalam beberapa kelompok walaupun sesungguhnya mereka tidak menghendaki adanya pengelompokan.

Secara umum saudara-saudara muslim ku Salaf(i), terbagi menjadi dua kelompok yang saling bertolak belakang dan antar kelompok itupun mereka “bertengkar”

“Salaf(i) pertama”
Salaf(i) yang dengan metode pemahaman mereka membentuk pengikut yang taat kepada Penguasa, asalkan Penguasa itu muslim dan masih sholat walaupun Penguasa itu bersekutu dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik.

“Salaf(i) kedua”
Salaf(i) yang dengan metode pemahaman mereka membentuk pengikut yang taat untuk berjihad dan berpolitik memerangi orang-orang Yahudi dan Orang-Orang Musyrik.

“Salaf(i) pertama” “mempersilahkan” (mengikat perjanjian dengan) orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik menikmati kekayaan alam dari negeri Islam. Dengan kekayaan yang didapat dari negeri-negeri Islam, orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik menggunakkannya untuk berperang dengan “Salaf(i) kedua”

Sehingga secara tidak langsung kita sesama muslim saling membunuh.

Salaf(i) pertama adalah kaum Wahabi di Jazirah Arab
Salaf(i) kedua adalah Salaf(i) pergerakan

Dapat kita pahami bahwa secara tidak langsung kita kaum muslimin telah diadu domba.
Silahkan baca selengkapnya tulisan pada

https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/01/kita-diadu-domba/
https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/14/divide-et-impera/
https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/09/banyak-perbedaan/

Semoga dengan tulisan ini dapat memetakan keadaan sesungguhnya dari dunia Islam dan bagaimana kita sebaiknya bersikap.

Cukuplah Allah swt sebagai penolong kita.

Wassalam

Zon di Jonggool. Kab Bogor 16830

Iklan

Read Full Post »