Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pernyataan mengancam’


Apakah ormas NU kembali berpolitik prakts

Seseorang menyampaikan keprihatinan bahwa kelak dikemudian hari jika terpilih maka akan timbul kemungkinan KH Ma’ruf Amin yang juga sebagai ulama (fuqaha atau ahli fiqih) taqlid (mengikuti) penguasa.

Padahal sunnah Rasulullah adalah penguasa yang “mendatangi” ulama (para fuqaha atau ahli fiqih) untuk mendapatkan pendapat ulama agar kebijakan penguasa tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits.

Rasulullah melarang ulama khususnya para fuqaha (ahli fiqih) “mendatangi pintu penguasa”.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda “barangsiapa mendatangi pintu penguasa maka ia akan terfitnah” ( HR Abu Dawud [2859]).

Diriwayatkan dari Abu Anwar as-Sulami r.a, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Jauhilah pintu-pintu penguasa, karena akan menyebabkan kesulitan dan kehinaan‘,

Larangan bagi para ulama (para fuqaha atau ahli fiqih) untuk “mendatangi pintu pengusaha” BUKANLAH larangan datang ke tempat penguasa atau larangan bekerjasama dengan penguasa bagi kepentingan masyarakat

Larangan bagi para ulama (para fuqaha atau ahli fiqih) untuk “mendatangi pintu penguasa” adalah larangan dalam kalimat majaz (makna kiasan) yang artinya larangan bagi para ulama (para fuqaha atau ahli fiqih) untuk “membenarkan” tindakan atau kebijakan penguasa yang bertentangan dengan Al Qur’an, Hadits, Ijma dan Qiyas . Pembenaran ini ada kaitannya dengan materi atau kepentingan duniawi.

Dalam sebuah video pada http://www.youtube.com/watch?v=W4Dbd3b9GSo&t=1799s menit 18:11 Prof Mahfud MD menyampaikan pernyataan Ketua PB NU Robikin Emhas bahwa “NU akan “keluar meninggalkan” Jokowi kalau yang diangkat bukan kader NU sebagai cawapres” .

Sedangkan yang menyuruh adalah KH Ma’ruf Amin

“Muhaimin yang bilang ke saya” kata Prof Mahfud MD

Berikut kutipan pernyataan Ketua PB NU Robikin Emhas yang bersumber dari http://news.detik.com/…/nu-bicara-opsi-tinggalkan…

***** awal kutipan *****
Elite-elite PBNU plus Ketum PKB Muhaimin Iskandar bertemu di kantor PBNU. Ada pesan terkait dukungan kader NU ke Jokowi.

“Kalau cawapres nanti bukan dari kader NU, maka warga Nahdliyin merasa tidak memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyukseskannya. Itu pesannya,” kata Ketua PBNU Robikin Emhas mengungkap isi pertemuan di PBNU, Kramat Jati, Jakpus, Rabu (8/8/2018).
***** akhir kutipan *****

Apakah ormas NU kembali berpolitik praktis dan melanggar keputusan Muktamar NU di Situbondo 1984 untuk ‘Kembali ke Khittah 1926’. ?

“Khittah 26” adalah garis, nilai-nilai, dan model perjuangan NU yang dipondasikan pada tahun 1926 ketika NU didirikan.

Pondasi perjuangan NU tahun 1926 adalah sebagai gerakan sosial-keagamaan.

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »