Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘perpanjangan tangan’

waspada penyeru permusuhan

Waspada penyeru permusuhan dengan firqah Syiah

Penyeru permusuhan dengan firqah Syiah pada kenyataannya adalah perpanjangan tangan kaum yang dimurkai Allah

Orang-orang yang menyerukan permusuhan dengan firqah Syiah adalah korban hasutan atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Yahudi atau yang kita kenal sekarang dengan Zionis Yahudi karena yang diciptakan Allah Azza wa Jalla mempunyai rasa permusuhan terhadap umat Islam adalah kaum Yahudi

Firman Allah Ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (QS Al Maaidah [5]: 82)

Mereka tanpa disadari telah menjadi perpanjangan tangan kaum Yahudi atau yang kita kenal sekarang dengan Zionis Yahudi untuk meluluh lantakkan negara-negara kaum muslim di Timur Tengah dan sekarang mereka tampaknya akan menularkannya ke negeri tercinta kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kita wajib mencegah mereka yang akan menjadikan NKRI seperti Suriah.

Di Suriah kaum sunni (kaum yang mengikuti Rasulullah dengan mengikuti Imam Mazhab yang empat) adalah mayoritas, dahulu sebelum terjadi pemberontakan tidak dipermasalahkan dipimimpin oleh pemimpin dari Syiah. Pemuda-pemudi dari negara kita banyak yang belajar agama di Suriah dengan aman dan tentram.

Pada kenyataannya konflik dengan Syiah dipicu, dicetuskan dan diserukan oleh Salafi (baca Wahabi)

Kekerasan yang radikal adalah kekerasan yang memperturutkan hawa nafsu atau kekerasan berdasarkan kesalapahamannya dalam memahami Al Qur’an dan Hadits

Kekerasan yang tidak radikal adalah kekerasan yang dilakukan berdasarkan perintah ulil amri sebenarnya yakni para fuqaha

Mantan mufti agung Mesir Syeikh Ali Jum’ah telah mengajukan untuk menyatukan lembaga fatwa di seluruh dunia untuk membentuk majelis permusyawaratan ulama tingkat dunia yang terdiri dari para fuqaha.

Piihak yang dapat mengeluarkan fatwa sebuah peperangan adalah jihad (mujahidin) atau jahat (teroris) sehingga dapat diketahui apakah mati syaihd atau mati sangit adalah “ulil amri di antara kamu” atau ulil amri setempat yakni para fuqaha setempat karena ulama di luar negara (di luar jama’ah minal muslimin) tidak terbebas dari fitnah.

Mufti Besar Suriah Ahmah Badr-Eddin Hassoun menyatakan “Kami tidak berpihak pada pemerintahan otoriter, kami berpihak pada kepentingan tanah air untuk melawan semua senjata dari dunia yang menginginkan untuk menghancurkan negara ini,”

“Islam tidak akan mati dan Suriah tidak akan tunduk dan saya katakan, mereka yang mengirimkan senjata ke Suriah: “Anda tidak akan bisa melemahkan pilar Islam di Suriah. Islam akan tetap murni dan rakyat Suriah akan tetap teguh,” imbuh Hassoun.

Syaikh Said Ramadhan Al-Buthi mengingatkan “mereka yang menyebut namanya mujahidin, apakah Anda tidak sadar, Anda berada pada sikap menteri luar negeri Inggris, Perancis dan Amerika Serikat.”

Silahkan baca tulisan dengan judul “Iraq crisis: How Saudi Arabia helped Isis take over the north of the country” pada http://www.independent.co.uk/voices/comment/iraq-crisis-how-saudi-arabia-helped-isis-take-over-the-north-of-the-country-9602312.html

Atau tulisan berjudul “Saudi Arabia, Kuwait to abide by U.N. blacklisting of citizens”, pada http://www.reuters.com/article/2014/08/17/us-security-un-gulf-idUSKBN0GH0FH20140817

Berikut kutipannya
***** awal kutipan *****
(Reuters) ” Saudi Arabia and Kuwait agreed to comply with a United Nations resolution aimed at stopping financing for Islamist militant groups in Syria and Iraq after four of their nationals were named among a group blacklisted by the international body.

The UN Security Council unanimously adopted a resolution on Friday intended to weaken the Islamic State ” an al Qaeda splinter group that has seized swaths of territory in Iraq and Syria and declared a caliphate ” and al Qaeda’s Syrian wing, Nusra Front.

Western officials believe that wealthy Gulf Arabs, in countries that include Saudi Arabia and Kuwait, have been a main source of funding for Sunni Islamist militants fighting against Syrian President Bashar al-Assad.
***** akhir kutipan *****

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dokumen-dokumen rahasia yang dirilis WikiLeaks membuktikan dunia Arab juga mendukung pandangan Israel. Negara ini memandang Iran sebagai bahaya laten bagi kawasan Timur Tengah sebagaimana yang diberitakan pada http://news.okezone.com/read/2010/11/30/18/398529/netanyahu-arab-dukung-israel

***** awal kutipan *****
Salah satu bocoran kabel memang mengungkapkan permintaan Raja Arab Saudi agar Amerika Serikat (AS) menyerang fasilitas nuklir Iran.

Dalam dokumen rahasia rilisan WikiLeaks itu, Raja Abdullah secara berulang kali menyerukan AS agar menyerang Iran. Tujuannya tentu saja untuk menghancurkan program nuklir Iran dan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata pemusnah massal.

“Pernyataan Raja Abdullah hanya satu dari sekian banyak suara di jazirah Arab yang meminta tindakan tegas terhadap Iran. Ini adalah bukti Israel tidak sendirian dalam memandang Iran sebagai ancaman laten di kawasan (Timur Tengah),” ujar Netanyahu.
***** akhir kutipan *****

Pesan Habib Ali Al Jufri kepada rakyat Irak , “kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syiah di Irak: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang berusaha menyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan,” ucap beliau di twitter-nya @alhabibali

Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump mengatakan bahwa “AS harus kembali mengirim pasukan darat ke Irak, dan bila memungkinkan ke Suriah. Dengan adanya pasukan darat, AS memiliki kesempatan lebih besar dalam mengalahkan kelompok radikal tersebut” sebagaimana yang dikabarkan pada http://international.sindonews.com/read/1033726/42/trump-kalahkan-isis-rebut-kembali-ladang-minyak-1439737328

***** awal kutipan *****
“Kalian pergi, dan ketuk pintu neraka untuk mendapatkan minyak. Rebut kembali ladang minyak, kita akan memiliki banyak uang,” ucap pengusaha eksentrik itu dalam sebuah acara bernama Meet the Press.
***** akhir kutipan *****

Jadi pada kenyataannya kerajaan dinasti Saudi, Al Qaeda, ISIS hanyalah diperalat oleh Amerika. Sedangkan negara Amerika dikabari dikuasai dan dikendalikan oleh Zionis Yahudi Israel.

Tujuan sebenarnya adalah untuk meluluh lantakan negara-negara kaum muslim di sekitar Zionis Yahudi Isreal.

Selain untuk menguasai sumber daya alam sebagaimana tujuan penjajahan kolonialis Belanda, sekaligus untuk mewujudkan ISRAEL RAYA.

Habib Umar bin Hafidz menyampaikan

“Demi Allah, tidak ada di antara mereka yang benar-benar membesarkan Allah. Barangsiapa yang mengerti dengan ucapan Allah Akbar pasti dapat menahan diri. Mereka bukan membesarkan Allah. Mereka membesarkan akal pikiran mereka sendiri. Mereka membesarkan ideologi mereka sendiri. Mereka membesarkan dunia ini.”

Mereka membesarkan dunia karena sesungguhnya konflik di Timur Tengah adalah berkaitan perebutan kekuasaan dan sumber daya alam

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Aku lebih dahulu wafat daripada kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian, dan aku demi Allah, sungguh telah melihat telagaku sekarang, dan aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi atau kunci-kunci bumi. Demi Allah, saya tidak mengkhawatirkan kalian akan berbuat syirik sepeninggalku, namun yang justru aku khawatirkan atas kalian adalah kalian bersaing terhadap kekayaan-kekayaan bumi.” (HR Bukhari 5946)

Pertambangan akan dikuasai orang-orang jahat baik secara langsung ataupun dikuasai kaum muslim namun “diserahkan” kepada orang-orang yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla

Dari Ibnu Umar Ra. ia berkata: “Pada satu ketika dibawa ke hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sepotong emas. Emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dibawa oleh Bani Sulaim dari pertambangan mereka. Maka sahabat berkata: “Hai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari tambang kita”. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Nanti kamu akan dapati banyak tambang-tambang, dan yang akan menguasainya adalah orang-orang jahat”. (HR. Baihaqi).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya “Barang siapa menahan (menutup) anggur pada hari-hari pemetikan, hingga ia menjualnya kepada orang Yahudi, Nasrani, atau orang yang akan membuatnya menjadi khamr, maka sungguh ia akan masuk neraka” (At Thabraniy dalam Al Ausath dan dishahihkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolaniy).

Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Baihaqiy ada tambahan “orang yang diketahui akan membuatnya menjadi khamr”

Berdasarkan hadits ini, As Syaukani menyatakan haramnya menjual perasan anggur kepada orang yang akan membuatnya menjadi khamr ( Nailul Authar V hal 234). Kesimpulan tersebut dapat diterima, karena memang dalam hadits tersebut terdapat ancaman neraka sebagai sanksi bagi orang yang mengerjakan. As Syaukani tidak hanya membatasi jual beli anggur yang akan dijadikan sebagai khamr, tetapi juga mengharamkan setiap jual-beli yang membantu terjadinya kemaksiatan yang dikiaskan pada hadits tersebut

Telah jelas keharaman jual-beli yang membantu terjadinya kemaksiatan.

Firman Allah Ta’ala yang artinya “dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran/permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS Al Ma’idah [5]:2)

Tentu perdagangan dengan non muslim tidaklah terlarang.

Firman Allah Ta’ala yang artinya, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah [60]:8 )

Namun pada kenyataannya kekayaan alam yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada negeri-negeri kaum muslim berada, telah dapat kita lihat “diserahkan” oleh para penguasa negeri yang bersekutu dengan orang-orang yang dimurkai oleh Allah Azza wa Jalla sehingga secara tidak langsung mereka membantu orang-orang yang dimurkaiNya untuk membunuh kaum muslim diberbagai belahan negara.

Allah Azza wa Jalla telah melarang untuk menjadikan kaum yang dimurkaiNya sebagai teman kepercayaan, penasehat, pemimpin dan pelindung karena mereka akan mendatangkan kemudharatan bagi umat Islam.

Firman Allah Ta’ala yang artinya

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui“. (QS Al Mujaadilah [58]:14 )

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (QS Ali Imran, 118)

“Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati“. (QS Ali Imran, 119)

Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

Banyak pihak yang menyampaikan hasil kajian tentang bentuk-bentuk kesesatan firqah Syiah namun sebaiknya tidak menggeneralisir bahwa seluruh warga syiah, anak kecil, para pemuda dan pemudi, orang dewasa, pria maupun wanita pasti berada dalam kesesatan-kesesatan tersebut

Habib Rizieq Shihab menasehatkan bahwa jangan ada sikap gebyah uyah dengan “penggeneralisiran” semua Syiah, pasti Ghulat dan pasti Roofidhoh, sehingga semuanya pasti kafir dan murtad atau sesat. Sikap seperti itu sangat gegabah dan amat tidak ilmiah, serta bukan sikap Aswaja sebagaimana yang disampaikan pada http://www.habibrizieq.com/2015/03/syiah-vs-wahabi.html

Habib Rizieq Syihab menyampaikan bahwa sekte (firqoh) syiah maupun wahabi masing-masing terbagi kedalam 3 bagian

****** awal kutipan *****
SYIAH

Pertama, SYI’AH GHULAT yaitu Syi’ah yang menuhankan/menabikan Ali ibn Abi Thalib RA atau meyakini Al-Qur’an sudah di-TAHRIF (dirubah/ditambah/dikurangi), dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Syi’ah golongan ini adalah KAFIR dan wajib diperangi.

Kedua, SYI’AH RAFIDHOH yaitu Syi’ah yang tidak berkeyakinan seperti Ghulat, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan atau pun tulisan terhadap para Sahabat Nabi SAW seperti Abu Bakar RA dan Umar RA atau terhadap para isteri Nabi SAW seperti ‘Aisyah RA dan Hafshah RA. Syi’ah golongan ini SESAT, wajib dilawan dan diluruskan.

Ketiga, SYI’AH MU’TADILAH yaitu Syi’ah yang tidak berkeyakinan Ghulat dan tidak bersikap Rafidhah, mereka hanya mengutamakan Ali RA di atas sahabat yang lain, dan lebih mengedapankan riwayat Ahlul Bait daripada riwayat yang lain, secara ZHOHIR mereka tetap menghormati para sahabat Nabi SAW, sedang BATHIN nya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu, hanya saja mereka tidak segan-segan mengajukan kritik terhadap sejumlah sahabat secara ilmiah dan elegan. Syi’ah golongan inilah yang disebut oleh Prof. DR. Muhammad Sa’id Al-Buthi, Prof. DR. Yusuf Qardhawi, Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah dan lainnya, sebagai salah satu Madzhab Islam yang diakui dan mesti dihormati. Syi’ah golongan ketiga ini mesti dihadapi dengan DA’WAH dan DIALOG bukan dimusuhi.

WAHABI

Pertama, WAHABI TAKFIRI yaitu Wahabi yang mengkafirkan semua muslim yang tidak sepaham dengan mereka, juga menghalalkan darah sesama muslim, lalu bersikap MUJASSIM yaitu mensifatkan Allah SWT dengan sifat-sifat makhluq, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari USHULUDDIN yang disepakati semua MADZHAB ISLAM. Wahabi golongan ini KAFIR dan wajib diperangi.

Kedua, WAHABI KHAWARIJ yaitu yang tidak berkeyakinan seperti Takfiri, tapi melakukan penghinaan/penistaan/pelecehan secara terbuka baik lisan mau pun tulisan terhadap para Ahlul Bait Nabi SAW seperti Ali RA, Fathimah RA, Al-Hasan RA dan Al-Husein RA mau pun ‘Itrah/Dzuriyahnya. Wahabi golongan ini SESAT sehingga mesti dilawan dan diluruskan.

Ketiga, WAHABI MU’TADIL yaitu mereka yang tidak berkeyakinan Takfiri dan tidak bersikap Khawarij, maka mereka termasuk MADZHAB ISLAM yang wajib dihormati dan dihargai serta disikapi dengan DA’WAH dan DIALOG dalam suasana persaudaraan Islam.
***** akhir kutipan *****

Pada masa sekarang boleh dikatakan tidak ada lagi Syiah Ghulat yang menuhankan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Pada kenyataannya mayoritas kaum muslim (as-sawadul a’zham) pada masa sekarang yang mengikuti Rasulullah dengan mengikuti Imam Mazhab yang empat berbeda pendapat dengan firqah Syiah sedangkan dengan mereka berbeda aqidah sebagaimana yang disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab di atas adalah mereka yang bersikap mujassim yaitu mensifatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat makhluq, dan sebagainya dari berbagai keyakinan yang sudah menyimpang dari ushuluddin yang disepakati semua mazhab Islam.  Uraian selengkapnya dapat dibaca pada https://mutiarazuhud.wordpress.com/2015/08/19/waspada-beda-aqidah/

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Iklan

Read Full Post »

Older Posts »