Feeds:
Artikel
Komentar

Posts Tagged ‘Salafiyyah’

Mengapa Mereka “keluar” dari pemahaman Salaf(i) Wahabi

Sesungguhnya saudara-saudara muslimku kaum Salaf(i) (pengikut Salafy Wahabi) dan Syaikh-Syaikh mereka seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Syaikh Al Albani dan lainnya yang sepemahaman  adalah saudara-saudara muslim ku yang “berupaya” mengikuti Sunnah, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in namun pada kenyataannya mereka menyandarkan pada metode pemahaman (madzhab) Syaikh Ibnu Taimiyah semata.

Kesimpulan kami (lihat tulisan-tulisan di blog kami ini tentang Salaf(i) ) , Syaikh Ibnu Taimiyah mempergunakan nama madzhab “generik” agar dikalangan muslim beranggapan sesuai dengan yang dimaksud sebagai “generasi terbaik”. Padahal sesungguhnya untuk “membungkus” nama Madzhab Taimiyah

Bahkan Syaikh Ibnu Taimiyah menfatwakan sendiri bahwa madzhab beliau adalah pasti benar.

Barangsiapa mengingkari penisbatan kepada salaf dan mencelanya, maka perkataannya terbantah dan tertolak ‘karena tidak ada aib untuk orang-orang yang menampakkan madzab salaf dan bernisbat kepadanya bahkan hal itu wajib diterima menurut kesepakatan ulama, karena mazhab salaf itu pasti benar” [Majmu Fatawa 4/149]

Tentang Mazhab Salaf lihat tulisan di https://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/04/20/madzhab-salaf/

Oleh karena banyak fitnah ditimbulkan atas metode pemahaman mereka maka saya sarankan bebaskanlah diri kita dari mereka.

Jadi sudah saatnya kita merujuk (fanatik) kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Sesuai firman Allah dalam surat An-Nisa’ ayat 59 yang artinya:
“Jika kamu berselisih pendapat maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.”

Bebaskan akal dan hati kita untuk mempersiapkan menerima anugerah Al-hikmah dari Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang sebagaimana firman Nya yang artinya.

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (Al-Baqarah – 269)

Kesimpulan:
Sebaiknya tidak membatasi diri kita dengan terbatasnya atau sebatas anugerah al-hikmah yang diterima orang lain.

Klo mau mengikuti metode pemahaman (madzhab) maka ikutilah yang sudah disepakati jumhur ulama yakni Imam Madzhab yang empat.

Alhamdulillah, beberapa orang yang  “keluar” dari metode pemahaman Syaikh Ibnu Taimiyah adalah orang-orang yang membebaskan akal dan hati mereka dan kembali fanatik pada Al-Qur’an dan Hadits.

Nyatalah sudah mengapa metode pemahaman (madzhab) Syaikh Ibnu Taimiyah ditentang oleh jumhur ulama pada zamannya

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab  yang “mengangkat” kembali metode pemahaman (madzhab) Syaikh Ibnu Taimiyah pun ditentang oleh kakaknya (Sulaiman bin Abdul Wahab) yang bermadzhab Hanbali

Anggapan saudara-saudara muslimku kaum Salaf(i)  justru sebaliknya bahwa kakaknya menentang da’wah sunnah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Anggapan yang keliru atau memutar balikkan fakta. Naudzubillah min Zalik.

Kami sama sekali bukan menentang da’wah Sunnah namun kami tidak sependapat dengan da’wah Sunnah ala Syaikh Ibnu Taimiyah.

Salah satu guru Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat: “Wahai Muhammad bin Abdul Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’zham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.”

Wassalam

Catatan : Untuk seluruh istilah kaum Salaf(i) dalam blog ini adalah yang dimaksud dengan Salaf(i) Wahabi. Agak sulit untuk menulis “pangillan”nya karena mereka melarang penamaan kelompok.

Info penting ! Sebuah ebook sudah dipublikasikan

Inilah Ahlus Sunnah Wal Jamaah oleh A. Shihabuddin
(Kumpulan Dialog Membela Faham Aswaja Dari Faham Salaf(i) Wahabi)

Penerbit menganjurkan bagi setiap muslim untuk mencetak ulang dan menyebarkan serta mengajarkan materi buku tsb  ke seluruh pelosok dunia, dan baginya pahala dari Alloh ‘azza wa jalla.

Untuk download silahkan melalui link dibawah ini.

Alternatif 1
4shared.com

Alternatif 2
docstoc.com

Alternatif 3 (download langsung)
docstoc.com (direct download)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »