Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sosialisasi ekonomi syariah’


Keluarga pendiri PonPes merasa dibohongi dengan kedok sosialisasi ekonomi syariah

Salah satu putra pendiri Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh Kota Tasikmalaya, Silmi Abdussalam menyatakan bahwa deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya TIDAK SESUAI RENCANA. Semula sosialisasi ekonomi syariah tapi praktiknya menjadi deklarasi dukungan sebagaimana yang diberitakan pada https://daerah.sindonews.com/read/1376384/174/deklarasi-jokowi-maruf-usai-pesantren-ini-kembali-dukung-prabowo-1549422542

***** awal kutipan *****
“Ya kami keberatan kalau acaranya begini. Kami sebagai keluarga sangat keberatan karena kami mendukung Prabowo-Sandi bukan Jokowi-Maruf,” ujarnya, Selasa (5/2/2019) malam.

Menurut Silmi, setelah deklarasi juga langsung dipasang spanduk Prabowo-Sandi digerbang Pesantren, termasuk di dalam pesantren.

Hal ini, tuturnya, sebagai penegasan bahwa Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh tidak ke Jokowi-Maruf.

“Kalau soal insiden yang teriak-teriak Prabowo dan menurunkan spanduk karena kami merasa terjebak.

Pasalnya spanduk awal tentang sosialisasi ekonomi syariah tapi mendadak ditutup dengan spanduk dukungan serta pihak keluarga tidak tahu ada deklarasi Jokowi-Maruf,” ucapnya.

Maka, kata Silmi, sangat wajar kalau keluarga bereaksi karena merasa dibohongi.

“Disusunan acara juga tak ada itu deklarasi, yang ada sosialisasi ekonomi syariah,” sebutnya.

Deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya itu sempat menghebohkan publik.

Pasalnya selain viral di media sosial, juga video teriakan Prabowo serta penurunan spanduk deklarasi langsung menyebar di Tasikmalaya.

Sementara Wakil Gubernur, Uu Ruzhanul Ulum maupun Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman memilih bungkam ketika ditanya insiden tersebut.
******* akhir kutipan ******

Deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya Mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (5/2/2019) diwarnai insiden teriakan ‘Prabowo’.

Bahkan, ketika acara pembacaan deklarasi selesai, spanduk bertuliskan ‘Deklarasi Ulama Se-Kota Tasikmalaya Mendukung Ir. H. Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin’ diturunkan sejumlah orang sebagaimana yang diberitakan pada https://jabar.sindonews.com/read/4682/1/teriakan-prabowo-warnai-deklarasi-ulama-sekota-tasikmalaya-dukung-jokowimaruf-1549360921

***** awal kutipan ******
Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh KH Aminudin Bustomi pun belum bisa berkomentar terkait ini. Demikian pula dengan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang memilih bungkam.

Kejadian bermula ketika Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul memimpin pembacaan deklarasi. Uu meminta ulama yang hadir turut membacakan apa yang diucapkan.

Saat dibacakan, mulai ada orang berteriak ‘Prabowo’ di pinggir dan belakang panggung. Puncaknya spanduk dukungan digoyang-goyang untuk diturunkan paksa.
***** akhir kutipan *****

Surat undangan sosialisasi ekonomi syariah ini berkop FESTA dengan nomor surat 02/PP/KLES/II/2019, tanggal 2 Februari 2019. Isinya adalah undangan menghadiri kegiatan sosialisasi ekonomi syariah di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Jalan Paseh nomor 18 Bojongsari RT/RW 02/09 kelurahan Tugujaya kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.

Surat yang ditanda tangan sekretaris Huda hidayatul M, S.Pd dan ketua pelaksana KH A.Didi Abdul Hadi, S.Sy ini diketahui oleh Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda, KH Aminnudin Bustomi M.Ag.

Lantas, bagaimana ceritanya bisa berubah menjadi deklarasi ulama se-Kota Tasikmalaya mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin?

Berikut kutipan jawaban dari perwakilan keluarga dari Pontren Sulaltul Huda, Silmi Abdusalam sebagaimana yang diberitakan pada https://www.cakrawalamedia.co.id/mulanya-workshop-ekonomi-syariah-ujungnya-deklarasi-jokowi-maruf/

***** awal kutipan ******
“saya akan mengkalirifikasi kegiatan yang dilaksanakan oleh OJK, yang lagi booming, yang kemudian di kemas menjadi dukungan jokowi maruf,” kata Silmi yang merupakan putra dari sesepuh Ponpes ini.

Sebagai tuan rumah, kata Silmi, awalnya ada yang meminta ada untuk mengadakan acara di tempatnya. gayung bersambut, bagian pemberdayaan ekonomi Ponpes Sulatul Huda menyambut baik acara yang bertemakan sosialisi ekonomi syariah tersebut. Karena temanya baik, maka pihak pesantren terbuka dan menerima.

Pihaknya mengaku ingin tahu acara apa aja yang akan diadakan oleh otoritas jasa keuangan (OJK) dan Festa. Dia tidak punya pikiran jelek apa pun. Judulnya bagus, sosialisasi ekonomi syraiah. Kata OJK sendiri, imbuh Silmi, dalam acara tidak akan bermuatan politik.

Mengacu pada komitmen OJK itulah, maka pihak pesantren berkomitmen untuk tidak mencampuradukan dengan politik.

Meskipun Silmi mengaku, tadinya mau memasang banner Prabowo.

“Kita sekeluarga mendukung Capres 02. Kita tuan rumah menghargai instistusi pemerinatahan, yang hadir Wagub, Walikota, Kapolres. Kita menghargai. Dalam roun down tidak ada acara demikian,” katanya.

Acara sosialisasi pun dimulai pada pukul 8.30 Wib. Sesuai rencana, acara pertamna diisi oleh OJK. Lalu setelah acara inti selesai, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan sejumlah kiai lainnya menggelar acara istioghosah.

Saat itu, para kiai dan sesepeuh berada di podium panggung. Dan untuk diketahui, di belakang panggung tersebut awalnya tidak ada banner seperti seperti yang ramai di media sosial, yang bertuliskan deklartasi Jokowi-Ma’ruf.

“Padahal sebelumya, banner sosialisasi ekonomi syariah. Bukan deklarasi Jokowi-Maruf. Penggantian itu setelah para kiai sudah berada di depan,” katanya.

Bahkan Silmi menyebutkan, saat pemasangan pun ada kejadian insiden pemasangan banner tersebut. Sempat ada upaya untuk menurunkan spanduk yang bertuliskan Jokowi-Ma’ruf.

Atas kejadian ini, pihak keluarga mengaku merasa merasa tertipu dan terjebak oleh kegiatan yang berkemasan ekonomi syariah tersebut.

“Pihak keluarga enggak tau ada acara itu (deklarasi Jokowi-Ma’ruf). Kita lempeng-lempeng aja. Di roun down acara tidak ada acara itu,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan peserta yang hadir?

Ustadz Abdul Ghani, pengasuh pondok pesantren tahfidzul quran darrul ilmi di Kota Tasikmalaya menyayangkan sikap panitia yang mencampur adukan politik praktis di pondok pesantren.

“Saya kesini undangannya jelas, soaialisasi ekonomi syariah. Namun justru yang terjadi malah deklarasi Jokoma di Kota Tasik, ada Wagub walikota dan semua ulama. Ini apa-apaan sih,” ketusnya memperlihatkan ekspresi kecewa.
***** akhir kutipan *****

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »