Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘ulah para pembisik’


Ulah para pembisik yang membenci Habib Rizieq

Firman Allah Ta’ala yang artinya “Dan janganlah kamu ikuti siapapun yang mengobral sumpah (dengan cara batil) lagi hina (berkarakter rendah) , yang suka mencela (mengumpat) yang senang menghasut (mengadudomba atau memfitnah)”.(QS Al Qalam [68] :10-11).

Rasulullah bersabda “Maukah kalian aku beritahu tentang orang-orang yang paling buruk di antara kalian. Yaitu orang-orang yang kerjanya mengadu domba (menghasut), yang gemar menceraiberaikan orang-orang yang saling mengasihi/bersahabat, dan yang suka mencari kekurangan pada manusia yang tidak berdosa.” (HR.Al-Bukhari).

Dari Hudzaifah, beliau mendapatkan laporan tentang adanya seseorang yang suka melakukan namimah (mengadu domba) maka beliau mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda, “Pelaku adu domba tidak akan masuk surga” (HR Muslim no. 303).

Kami prihatin masih ada saja yang secara tidak langsung mengadu-domba untuk memecah belah umat Islam di NKRI pada umumnya dan khususnya hubungan ormas FPI dengan ormas NU dengan mengungkit kembali potongan ucapan Habib Rizieq yakni “buta mata buta hati” yang terlontar menanggapi ucapan Gus Dur yakni “FPI ormas bajingan” ketika itu terkait tindakan kekerasan yang dituduhkan kepada ormas FPI terhadap para penganut paham Ahmadiyah.

Gus Dur mengatakan “ormas bajingan” boleh jadi karena ULAH PARA PEMBISIK yang membenci Habib Rizieq

Habibi Rizieq menyampaikan bahwa Gus Dur “tidak melihat” bahwa yang melakukan tindakan kekerasan bukanlah ormas FPI.

Habib Rizieq menegaskan bahwa yang “bergerak” adalah komando laskar Islam walupun dalam gerakan tersebut ada ikut serta anggota FPI atas nama pribadi.

Habib Rizieq dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa tidak ada masalah hubungan antara ormas FPI dengan ormas NU maupun hubungan antara Habib Rizieq dengan almarhum Gus Dur.

Contohnya Habib Rizieq menemui dan mengklarifikasi langsung kepada Gus Dur ketika menyampaikan keberatan 157 Kyai NU se Jawa Timur terhadap perkataan “Al Qur’an kitab suci paling porno” sebagaimana video yang dapat disaksikan pada https://www.youtube.com/watch?v=dC7xz5lk7k0

Pada kenyataannya, berikut kutipan perkataan Gus Dur selengkapnya yang bersumber dari http://web.facebook.com/RemajaDanPemudaIslam/posts/benarkah-gus-dur-mengatakan-al-quran-kitab-pornokontroversi-agaknya-tak-bisa-lep/438256242920256/

***** awal kutipan *****
“Porno itu letaknya ada dalam persepsi seseorang. Kalau orang kepalanya ngeres, dia akan curiga bahwa al-Quran itu kitab suci porno, karena ada ayat-ayat tentang menyusui. Bagi yang ngeres, menyusui berarti mengeluarkan dan men-tetek, dan ada juga roman-romanan antara Zulaikha dan Yusuf.”
***** akhir kutipan ****

Jadi perkataan Gus Dur dipenggal (dipotong) secara licik dan dipelintir sedemikian rupa untuk menimbulkan kegaduhan.

Hal ini serupa dengan orang yang memotong atau mengutip firman Allah Ta’ala yang artinya “maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat” (QS Al Ma’un [107] : 4) dan kemudian mengatakan bahwa seolah-olah “Al Qur’an mengecam orang yang shalat”

Perkataan Gus Dur tersebut dikabarkan diucapkan sewaktu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Radio Kantor Berita 68 H, Utan Kayu Jakarta, yang pada waktu itu mengudara setiap Sabtu pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Radio Kantor Berita 68 H adalah salah satu “corong” pemikiran paham Liberalisme sebagaimana yang dikabarkan pada http://www.nu.or.id/post/read/19061/jil-bukan-pembaharu-pemikiran-islam

Mereka yang membenci Habib Rizieq ditengarai (diduga) adalah orang-orang mengaku muslim namun pengikut paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme

Pada hakikatnya timbul perselisihan dan fitnah adalah karena termakan atau korban hasutan atau korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh kaum Yahudi atau yang kita kenal sekarang dengan Zionis Yahudi karena kaum yang diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla mempunyai rasa permusuhan terhadap umat Islam adalah kaum Yahudi

Firman Allah Ta’ala yang artinya, “orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (QS Al Maaidah [5]: 82)

Liberalisme, Sekuralisme dan Pluralisme agama lahir dari kumpulan Freemason salah satu gerakan Zionisme yang paling disegani dikalangan Yahudi dengan prinsip “Liberty, Equality, Fraternity”.

Sekularisme adalah paham yang menjauhkan manusia dari Allah , menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi” kepada Allah / Agama

Liberalisme adalah paham yang “membebaskan” manusia terhadap aturan Allah / Agama dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata

Pluralisme adalah paham yang membuat manusia “floating” / “ragu” akan Allah / Agama dan sampai ada yang berujung menjadi pengikut atheisme.

Oleh karenanya sepatutnya umat Islam membela, mengawal dan mendorong penguasa negeri untuk menegakkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No: 7/MUNAS VII/MUI/II/2005 tentang KESESATAN paham Liberalisme, Sekularisme dan Pluralisme.

Dalam fatwa MUI tersebut, DEFINISI SEKULARISME AGAMA adalah memisahkan urusan dunia dari agama; agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

DEFINISI LIBERALISME AGAMA adalah mereka yang memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Hadits) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran mereka semata.

Sedangkan DEFINISI PLURALISME AGAMA adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “ Demi Allah, yang diriku ada dalam genggaman tanganNya, tidaklah mendengar dari hal aku ini seseorangpun dari ummat sekarang ini, Yahudi, dan tidak pula Nasrani, kemudian tidak mereka mau beriman kepadaku, melainkan masuklah dia ke dalam neraka.”

Hamad bin Salamah meriwayatkan dari Adi bin Hatim, dia berkata, “Saya bertanya kepada RasulullahShallallahu alaihi wasallam ihwal ‘bukan jalannya orang-orang yang dimurkai’. Beliau bersabda, “Yaitu kaum Yahudi.’ Dan bertanya ihwal ‘bukan pula jalannya orang-orang yang sesat’. “Beliau bersabda, ‘Kaum Nasrani adalah orang-orang yang sesat.’

Dalam fatwa MUI telah pula diingatkan bahwa bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain (pluralitas agama), dalam masalah sosial yang tidak berkaitan dengan aqidah dan ibadah, umat Islam bersikap inklusif, dalam arti tetap melakukan pergaulan sosial dengan pemeluk agama lain sepanjang tidak saling merugikan

Firman Allah Ta’ala yang artinya, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah [60]:8 )

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Maa-idah [5]:8 )

Gus Dur sangat menghormati pluralis (keberagaman).

Gus Dur adalah tokoh Islam terdepan dalam memerangi sikap-sikap intoleran terhadap penganut agama lain namun bukan tokoh Islam yang membenarkan agama selain Islam

Syaiful Arif dalam diskusi dan bedah buku hasil karyanya bertajuk “Humanisme Gus Dur: Pergumulan Islam dan Kemanusiaan” di hotel Akmani, Jl. KH Wahid Hasyim No. 91, Jakarta (12/11/2013) menyampaikan pendapatnya bahwa penyematan “Gus Dur Bapak Pluralisme” dinilai kurang tepat

“Saya tidak sependapat dengan penyematan gelar tersebut. Pasalnya, Gus Dur itu sangat konsen memperjuangkan kemanusiaan. Ketika beliau membela minoritas non-muslim, Tionghoa, Ahmadiyah, dan lain-lain, maka yang dibela adalah manusianya. Bukan institusi Tionghoa dan Ahmadiyahnya”. kata Arif.

Jelaslah bahwa yang diperjuangkan oleh Gus Dur adalah kemanusiaannya yakni mengakui, menghormati, toleran, merangkul, membela keberagaman manusia dengan keyakinannya (pluralis) bukan memperjuangkan membenarkan agama selain Islam atau memperjuangkan membenarkan pemahaman firqah Ahmadiyah dan firqah-firqah lainnya yang menyempal keluar (kharaja) dari mayoritas kaum muslim (as-sawadul a’zham).

Wassalam

Zon di Jonggol, Kabupaten Bogor 16830

Read Full Post »